Beranda Peristiwa Drama Pilkades PAW Sukorejo Bojonegoro: Calon Kades Ngamuk Tolak Undangan Tes dan...

Drama Pilkades PAW Sukorejo Bojonegoro: Calon Kades Ngamuk Tolak Undangan Tes dan Pilih Mundur

1762999040424 copy 1280x720

BOJONEGORO – Suasana panas mewarnai tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur.

Menjelang pelaksanaan tes ujian tulis yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (13/11/2025), muncul dugaan ketidaknetralan panitia yang memicu salah satu calon kades memilih mundur.

Ketegangan memuncak saat rapat pengarahan pelaksanaan tes tulis di Balai Desa Sukorejo, Rabu (12/11/2025).

Dalam rapat itu, Nur Fandolani, peserta asal Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, menolak menerima surat undangan ujian dan secara terbuka menyatakan mundur dari pencalonan.

Menurut Fandolani, keputusannya mundur bukan tanpa alasan. Ia menilai ada isu soal ujian tulis yang sudah disusun sejak tiga minggu lalu, bahkan muncul dugaan panitia sudah “mengunci” satu calon tertentu.

Ia pun meminta panitia membuat ulang soal ujian menjelang pelaksanaan tes, demi menjaga netralitas dan keadilan.

Namun permintaan itu ditolak oleh Ketua Panitia Pilkades PAW, Teguh Supriyadi, dengan alasan waktu yang tidak memungkinkan untuk menyusun ulang soal.

“Namanya calon, saya tidak tahu alasan pastinya. Tapi memang dia (Nur Fandolani) menyatakan mundur di forum, setelah menyebut bahwa soal sudah dibuat tiga minggu sebelumnya,” ujar Teguh saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Kisruh tak berhenti di situ. Seorang peserta lain, Sukirno, yang juga hadir dalam rapat, meminta ketua panitia bersumpah menjalankan Pilkades secara jujur tanpa kecurangan.

“Kita ini sudah sama-sama tua, kalau tidak jujur saya pun siap mundur. Tapi tadi ketua panitia berani sumpah dengan menyebut nama Allah,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah warga juga dibuat bingung karena tes ujian tulis yang dijadwalkan Kamis ini tiba-tiba ditunda tanpa kejelasan.

“Katanya tes dilaksanakan hari ini, kok tiba-tiba mundur. Ada apa ya,” ujar salah satu warga saat dihubungi tim media ini seraya meminta namanya dirahasiakan.

Warga itu menambahkan. “Hanya Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi,” sembari berharap pelaksanaan Pilkades PAW bisa berjalan jujur dan terbuka.

Sebagai informasi, Pilkades PAW Desa Sukorejo ini digelar untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa yang masa jabatannya masih tersisa sekitar 20 bulan.

Kini, publik menanti langkah panitia dan pemerintah desa untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan bebas dari indikasi permainan. (aj)