Beranda Nasional Metamorfosa LANN: Dari LAN Menuju Gerakan Nasional Anti Narkoba yang Lebih Kuat

Metamorfosa LANN: Dari LAN Menuju Gerakan Nasional Anti Narkoba yang Lebih Kuat

Screenshot 20251112 165551 copy 1280x734

JAKARTA — Front One Boutique Hotel Taman Anggrek menjadi saksi sejarah lahirnya semangat baru dalam perang melawan narkoba. Pada Rabu (5/11/2025), Lembaga Anti Narkotika (LAN) resmi bertransformasi menjadi Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) melalui acara deklarasi bertajuk “METAMORFOSA Lawan Narkoba”.

Deklarasi ini bukan sekedar perubahan nama, tetapi juga simbol pembaharuan semangat juang, visi, dan misi dalam menggerakkan masyarakat untuk bela negara melalui pemberantasan narkoba.

Ketua Umum LANN Ibrahim Saehaia menjelaskan bahwa perubahan nama ini memiliki tiga landasan penting yaitu, menghindari kerancuan nama (homonim). 

Sebelumnya, LAN sering disalahartikan karena identik dengan beberapa istilah lain, seperti Lembaga Administrasi NegaraLocal Area Network (LAN), bahkan maskapai LAN Airlines dari Amerika Utara.

Cakupan organisasi yang telah menasional. Sejak berdiri pada 2018, struktur LAN telah memiliki jaringan hingga ke berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Maka penambahan kata “Nasional” menjadi wujud nyata dari jangkauan dan pengaruh lembaga yang telah meluas.

Semangat baru bela negara. Metamorfosa ini menjadi simbol “kapal baru” yang lebih solid dan harmonis untuk berlayar bersama dalam satu komando melawan narkoba.

Acara deklarasi ini turut dihadiri tamu-tamu penting dari berbagai lembaga tinggi negara, di antaranya perwakilan Menteri Imigrasi, Menteri Hukum dan HAM, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta anggota DPR RI.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral dan kelembagaan bagi LANN dalam memperkuat sinergi nasional memerangi peredaran gelap narkotika.

Dalam rangkaian kegiatan, LANN juga menggelar Workshop Program Penanggulangan Bahaya Narkoba (PBN) serta Bedah Kasus Artem Kotukhov, warga negara Rusia yang sempat membantu polisi membongkar jaringan mafia narkoba di Bali sebelum akhirnya dideportasi.

Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber nasional yang dikenal luas sebagai “Duo Jurkam Nasional”, yakni, Brigjen Pol Dr. dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM, pakar edukasi bahaya narkoba yang juga dikenal aktif di berbagai forum internasional, dan Ibrahim Saehaia, Ketua Umum LANN yang menegaskan komitmen lembaga untuk terus memperkuat edukasi publik dan kampanye sosial melawan narkotika.

Ketua Panitia Fatkur Roddik dalam sambutannya menyampaikan pesan kuat kepada seluruh Ketua LANN Provinsi se-Indonesia yang hadir.

Ia menekankan pentingnya semangat baru, kolaborasi kuat, dan konsistensi dalam perjuangan bela negara melalui gerakan lawan narkoba.

“Kita harus menjadi garda terdepan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba. Ini bukan sekadar slogan, tapi panggilan moral untuk bertindak nyata,” tegas Fatkur.

Dengan deklarasi ini, LANN menegaskan tekadnya untuk menjadi wadah koordinasi nasional dalam edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

Lembaga ini juga berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil untuk menciptakan Indonesia bersih dari narkoba (BERSINAR).

Transformasi dari LAN menjadi LANN bukan hanya perubahan nama, tetapi lahirnya semangat baru dalam gerakan nasional melawan narkoba.

Dengan visi yang lebih luas dan struktur yang lebih kokoh, LANN siap menjadi ujung tombak perjuangan menyelamatkan masa depan bangsa dari ancaman narkotika. (Za)