BOJONEGORO — Deru mesin jeep meraung nyaring menembus udara pagi di kawasan utara Bojonegoro. Puluhan kendaraan offroad dengan tampilan gagah dan berwarna-warni tampak berjejer, siap menaklukkan lintasan berlumpur yang menantang.
Di balik gemuruh adrenalin itu, tersimpan semangat besar untuk merayakan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 sekaligus HUT ke-80 TNI.
Ajang Bojonegoro Offroad Adventure ke-3 tahun 2025 ini bukan sekedar ajang adu nyali bagi pencinta otomotif ekstrem. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, promosi wisata alam Bojonegoro, dan aksi sosial komunitas pecinta jeep.
Sebanyak 120 peserta dari berbagai daerah mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Yogyakarta, ikut ambil bagian. Mereka terbagi menjadi 80 offroader ekstrem dan 40 peserta wisata offroad yang menjelajahi panorama hutan dan perbukitan Bojonegoro bagian utara.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah, Dandim 0813 Bojonegoro, serta Budi Irawanto (Wabup Bojonegoro periode 2018–2023) yang juga menjabat Ketua Indonesia Off-road Federation (IOF) Bojonegoro, hadir untuk membuka dan melepas para peserta secara resmi.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang memadukan hobi dengan kepedulian sosial.
“Offroad ini bukan cuma soal petualangan dan adrenalin, tapi juga wujud rasa syukur dan kebersamaan. Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk mempererat solidaritas, menumbuhkan kepedulian sosial, dan mencintai alam,” ujar Bupati, Sabtu (1/11/2025).
Bupati juga mendorong agar kegiatan otomotif serupa bisa terus dikembangkan menjadi ajang aksi sosial nyata bagi masyarakat sekitar jalur lintasan.
“Keseruan dan hobi harus berjalan seiring dengan manfaat bagi warga. Kalau ada kegiatan sosial di setiap event, maka nilainya akan jauh lebih bermakna,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Zainul Ma’arif menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari promosi wisata alam Bojonegoro, terutama wilayah utara yang kaya pesona hutan, perbukitan, serta kehidupan pedesaan yang masih asri.
“Bojonegoro punya potensi alam luar biasa. Melalui offroad adventure ini, kami ingin memperkenalkan keindahan itu ke seluruh penjuru,” jelas Zainul.
Acara ini digelar berkat kolaborasi Indonesia Off-road Federation (IOF) bersama 15 sponsor dan dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pariwisata, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Kesehatan.
Sepanjang jalur berlumpur, tawa, semangat, dan kerja sama terlihat nyata. Para peserta bahu-membahu saling membantu menaklukkan rintangan, membuktikan bahwa semangat offroad bukan hanya soal menembus medan berat, tapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Dengan mengusung tema “Fun, Adventure, and Solidarity”, Bojonegoro Offroad Adventure 2025 menjadi lebih dari sekedar hiburan, ia adalah simbol energi positif, keguyuban, dan kecintaan masyarakat terhadap tanah kelahirannya. (Pro/aj)

























