BOJONEGORO – Kemajuan teknologi digital membuka peluang bagi masyarakat untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengakses berbagai layanan publik dengan lebih mudah.
Namun, di balik kemudahan tersebut, ada risiko yang perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok lanjut usia (lansia).
Menanggapi perkembangan itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat, khususnya lansia, untuk meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman dan bertanggung jawab.
Penggunaan ponsel pintar saat ini bukan sekadar sarana komunikasi.
Perangkat tersebut juga dapat membantu lansia tetap terhubung dengan keluarga, mengikuti perkembangan berita, serta mendapatkan informasi mengenai berbagai layanan tanpa harus selalu bepergian.
Meski memberikan banyak manfaat, penggunaan teknologi perlu dibarengi pemahaman mengenai keamanan digital.
Sebab, tidak semua informasi yang beredar di internet dapat dipercaya dan tidak setiap pesan yang masuk ke ponsel berasal dari sumber yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam literasi digital adalah kemampuan membedakan informasi yang benar dan informasi yang menyesatkan.
Pesan berantai, kabar yang memancing kepanikan, hingga tautan dari sumber tidak dikenal sebaiknya tidak langsung dipercaya.
Masyarakat perlu memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum mengambil keputusan atau meneruskannya kepada orang lain.
Kebiasaan sederhana tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Lansia juga perlu memahami bahwa informasi yang disampaikan melalui grup percakapan belum tentu benar.
Karena itu, memeriksa informasi melalui sumber tepercaya menjadi langkah penting sebelum mempercayai suatu kabar.
Selain hoaks, ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah penipuan digital.
Modusnya beragam, mulai dari pesan yang mengaku berasal dari anggota keluarga, pemberitahuan hadiah palsu, hingga permintaan transfer uang dengan alasan mendesak.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat diimbau tidak terburu-buru mengambil tindakan.
Jika menerima pesan mencurigakan, terutama yang meminta uang atau informasi rahasia, sebaiknya lakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain yang sudah dikenal.
Hal penting lainnya adalah menjaga kerahasiaan data pribadi. Nomor identitas, PIN, kata sandi, serta kode OTP tidak boleh diberikan kepada orang lain sembarangan.
Kode OTP merupakan kode verifikasi yang bersifat rahasia, membagikannya kepada pihak yang tidak berwenang dapat membuka peluang penyalahgunaan akun atau layanan digital.
Apabila menemukan pesan yang meragukan, lansia dapat meminta bantuan anggota keluarga untuk memeriksa kebenarannya sebelum merespons.
Peningkatan literasi digital tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu.
Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting agar lansia dapat menggunakan teknologi dengan nyaman.
Pendampingan sebaiknya dilakukan secara bertahap, menggunakan bahasa yang sederhana, serta disertai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Keluarga dapat membantu lansia mengenali pesan penipuan, memahami cara menggunakan aplikasi, memeriksa sumber berita, serta menjaga kerahasiaan informasi pribadi.
Pendekatan yang sabar dan tidak terburu-buru akan membantu lansia membangun kepercayaan diri saat mempelajari teknologi baru.
Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu mengoperasikan ponsel, tetapi juga memahami risiko yang mungkin muncul saat mengakses internet.
Dinkominfo Bojonegoro menekankan pentingnya membangun kebiasaan berinternet yang aman melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat.
Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi.
Lebih dari itu, literasi digital mencakup kecakapan menilai informasi, melindungi data pribadi, mengenali potensi penipuan, serta bersikap bertanggung jawab ketika berinteraksi di ruang digital.
Setiap pengguna internet perlu membiasakan diri untuk berpikir kritis sebelum mempercayai informasi, mengeklik tautan, atau membagikan pesan kepada orang lain.
Melalui penguatan literasi digital, masyarakat Bojonegoro diharapkan semakin cakap memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus mampu mengurangi risiko kejahatan di dunia maya.
Lansia pun diharapkan dapat menikmati manfaat teknologi secara optimal, mulai dari menjaga komunikasi dengan keluarga hingga memperoleh informasi yang dibutuhkan, tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Dengan dukungan keluarga, lingkungan yang peduli, dan kebiasaan digital yang sehat, ruang digital dapat menjadi tempat yang lebih aman dan bermanfaat bagi seluruh generasi. (aj)












