LAMONGAN – Mengedepankan tanggung jawab dan pendekatan humanis, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan mendatangi kediaman keluarga Suno di Dusun Mireng, Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Sabtu (24/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah nyata Kodim 0812/Lamongan untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus menyelesaikan persoalan akibat insiden lalu lintas yang melibatkan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0812/Lamongan, Kapten Inf Bambang Supriyanto, dengan Sherly Ardelia Belinda, putri Suno.
Rombongan dipimpin Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0812/Lamongan, Mayor Cpm Marsidianto.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga Suno dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi bagi kedua belah pihak untuk membicarakan peristiwa yang terjadi, sekaligus memperkuat sikap saling menghormati dalam menyelesaikan persoalan secara damai.
Mewakili Komandan Kodim 0812/Lamongan, Mayor Cpm Marsidianto menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga atas insiden lalu lintas tersebut.
Dia menegaskan bahwa kedatangan rombongan bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan juga bentuk iktikad baik dan tanggung jawab institusi dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.
“Kedatangan kami untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf, baik atas nama institusi maupun pribadi, atas insiden lalu lintas tersebut. Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan keterbukaan Bapak Suno beserta keluarga,” ungkap Mayor Cpm Marsidianto.
Langkah tersebut memperlihatkan pentingnya komunikasi langsung dalam menyikapi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Dengan membuka ruang dialog, kedua pihak dapat menyampaikan sikap masing-masing dalam suasana yang kondusif.
Iktikad baik jajaran Kodim 0812/Lamongan mendapat respon positif dari keluarga Suno.
Suno menyampaikan bahwa dirinya bersama keluarga telah memaafkan kejadian tersebut dengan lapang dada.
Dirinya juga memastikan bahwa putrinya, Sherly Ardelia Belinda, berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami cedera akibat insiden tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas iktikad baik dan kedatangan Bapak Kasdim beserta rombongan ke rumah kami. Kami sekeluarga sudah memaafkan. Alhamdulillah, putri kami dalam keadaan baik tanpa cedera, sehingga persoalan ini kami anggap selesai secara kekeluargaan,” tutur Bapak Suno.
Pernyataan tersebut menandai tercapainya kesepahaman antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Sikap saling memaafkan juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan baik, terutama ketika persoalan dapat dibicarakan secara terbuka dengan mengedepankan penghormatan terhadap semua pihak.
Dalam pertemuan tersebut, Kapten Inf Bambang Supriyanto juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Sherly dan keluarganya.
Penyampaian permohonan maaf itu disaksikan tokoh masyarakat, jajaran Koramil Ngimbang, serta perangkat Desa Slaharwotan yang hadir mendampingi jalannya pertemuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasi Intel Kodim 0812/Lamongan, Kapten Arm Hari, Danramil 0812/06 Ngimbang, Kapten Arm Yusniady, serta perangkat Desa Slaharwotan.
Kehadiran unsur TNI dan perangkat desa menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar dalam suasana damai.
Penyelesaian insiden ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan tindakan, tetapi juga keberanian untuk mengakui persoalan, menyampaikan permohonan maaf, serta membangun kembali hubungan yang baik.
Pendekatan kekeluargaan yang ditempuh dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi terbuka dan sikap saling menghargai dapat menjadi jalan untuk meredakan persoalan tanpa memperkeruh hubungan antarpihak.
Bagi institusi TNI, hubungan harmonis dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Kepercayaan itu tidak cukup dibangun melalui pernyataan, tetapi perlu diperkuat dengan kepedulian, tanggung jawab, dan tindakan nyata.
Melalui silaturahmi tersebut, Kodim 0812/Lamongan menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat.
Semangat kebersamaan dan saling menghormati diharapkan terus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus menjaga kerukunan serta persaudaraan di Kabupaten Lamongan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan secara damai dapat dimulai dari keberanian membuka komunikasi, ketulusan meminta maaf dan kelapangan hati untuk saling memaafkan. (as)












