LAMONGAN – Kebakaran rumpun bambu melanda Dusun Tlatah, Desa Wateswinangun, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Sabtu (17/10/2026).
Babinsa Koramil 0812/08 Sambeng bersama tim gabungan bergerak cepat memadamkan api agar tidak merembet ke permukiman warga.
Kebakaran tersebut menghanguskan vegetasi seluas kurang lebih 0,4 hektare. Berkat koordinasi lintas instansi dan penanganan sigap di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjangkau rumah-rumah warga.
Begitu titik api diketahui, petugas langsung melakukan upaya pemadaman sekaligus melokalisasi area terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk membatasi penyebaran api ke kawasan sekitar yang berpotensi ikut terbakar.
Proses pemadaman melibatkan Babinsa Koramil 0812/08 Sambeng, personel Polsek Sambeng, Satpol PP Kecamatan Sambeng, empat personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan, serta personel Damkar Yon TP 887/KJM.
Sinergi berbagai unsur tersebut mempercepat penanganan kebakaran hingga situasi di lokasi kembali terkendali.
Danramil 0812/08 Sambeng, Kapten Inf Sofiul, menegaskan bahwa kesiapsiagaan Babinsa menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu melindungi masyarakat, terutama ketika terjadi keadaan darurat.
*Begitu titik api ditemukan di Dusun Tlatah, Babinsa langsung berkoordinasi dengan Damkar, kepolisian, dan Satpol PP untuk melakukan penanganan. Sinergi dan langkah cepat di lapangan sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Meski api telah berhasil dipadamkan, upaya pengamanan tidak berhenti begitu saja.
Petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kapten Inf Sofiul juga mengingatkan pentingnya patroli dan deteksi dini dalam mengantisipasi kebakaran lahan.
Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan aplikasi SIPONGI untuk membantu mendeteksi potensi kebakaran.
“Kami terus mendorong patroli dan pemantauan, termasuk memanfaatkan aplikasi SIPONGI untuk mendeteksi potensi kebakaran. Masyarakat juga kami imbau agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran,” tambahnya.
Setelah proses pemadaman selesai, tim gabungan menyisir area terdampak di koordinat -7.332316°, 112.238494°.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman dan tidak terdapat potensi munculnya titik api baru.
Petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko penyebaran api.
Dengan kerja sama seluruh unsur, kebakaran rumpun bambu di Dusun Tlatah berhasil dikendalikan.
Tidak ada perambatan api ke permukiman warga, sementara kondisi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat, pelaporan dini, serta respons cepat petugas sangat penting untuk mencegah kebakaran lahan meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (as)












