Beranda Infotaiment Lembu Suro Hargomulyo Juara II Jatim 2026, Begini Cara Mereka Kembangkan Ternak

Lembu Suro Hargomulyo Juara II Jatim 2026, Begini Cara Mereka Kembangkan Ternak

BOJONEGORO – Berawal dari empat ekor sapi yang dirawat bersama, Kelompok Tani Ternak Lembu Suro dari Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil membuktikan bahwa semangat gotong royong mampu melahirkan prestasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Kelompok peternak tersebut sukses meraih Juara II Komoditas Sapi dalam Lomba Kelompok Ternak Berprestasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Penghargaan itu diterima pada 12 Oktober 2026 di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Prestasi tersebut menjadi buah perjalanan panjang pengembangan peternakan yang telah dirintis masyarakat Desa Hargomulyo sejak puluhan tahun lalu.

Ketua Kelompok Tani Ternak Lembu Suro, Rasimin, mengungkapkan bahwa cikal bakal peternakan tersebut bermula pada 1992.

Kala itu, masyarakat memanfaatkan hasil penjualan kayu jati dari area kuburan desa untuk membeli lima ekor sapi yang diperuntukkan bagi kepentingan desa.

Namun, perjalanan awal itu tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Satu ekor sapi mati sehingga tersisa empat ekor yang kemudian terus dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat.

Berbekal ketekunan dan pengelolaan secara bersama-sama, populasi sapi tersebut kini tumbuh hingga mencapai 98 ekor.

“Dari empat ekor sapi yang tersisa itu, setelah dirawat dan dikembangkan, jumlahnya saat ini sudah mencapai 98 ekor,” ungkap Rasimin.

Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana aset desa dapat dikelola secara berkelanjutan hingga menjadi potensi ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi warga.

Kelompok Tani Ternak Lembu Suro secara resmi dibentuk pada 2012 setelah mendapat saran dari Bupati Bojonegoro saat itu, Suyoto.

Pada tahun yang sama, kelompok tersebut memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupa insentif untuk sapi bunting.

Mereka juga menerima bantuan sebanyak 40 ekor sapi dari dana cukai yang kemudian dikembangkan hingga mencapai 85 ekor.

Dalam pengelolaannya, kelompok tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah ternak.

Lembu Suro juga menerapkan pola yang memungkinkan masyarakat ikut terlibat dan memperoleh manfaat dari usaha peternakan.

Untuk ternak yang dikelola bersama karang taruna, kelompok menerapkan sistem bagi hasil dengan komposisi 65:35 persen berdasarkan kesepakatan pengelolaan.

Sementara itu, sapi bantuan pemerintah dikembangkan melalui sistem pemeliharaan bergulir.

Warga yang mendapat kesempatan merawat sapi berkewajiban membayar Rp2 juta, yang dapat diangsur selama satu tahun.

Adapun anak sapi yang dilahirkan menjadi hak milik perawat sesuai ketentuan kelompok.

“Bagi kami, karena ini bantuan, maka harus bisa bermanfaat bagi semua masyarakat. Jadi, bagaimana ternak ini bisa berkembang dan memberikan kesempatan kepada warga untuk ikut merasakan manfaatnya,” jelas Rasimin.

Pola tersebut menjadi salah satu upaya kelompok agar bantuan yang diterima tidak berhenti pada penerima awal, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan kesempatan kepada warga lainnya.

Keberhasilan mengembangkan peternakan mengantarkan Kelompok Tani Ternak Lembu Suro mengikuti kompetisi secara bertahap.

Setelah meraih Juara I di tingkat Kabupaten Bojonegoro, kelompok ini dipercaya mewakili daerah untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Hasilnya, Lembu Suro berhasil membawa pulang predikat Juara II untuk komoditas sapi pada 2026.

Rasimin menjelaskan, penilaian dalam lomba tersebut meliputi beberapa aspek penting, mulai dari jumlah populasi ternak, tata kelola kandang, pengolahan kotoran sapi, hingga manajemen pakan.

Dalam aktivitas sehari-hari, kelompok masih mengandalkan tenaga manual untuk sejumlah pekerjaan.

Meski demikian, beberapa proses telah dibantu dengan penggunaan mesin guna mendukung kegiatan peternakan.

Capaian tersebut menjadi dorongan bagi para anggota untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan ternak sekaligus mempertahankan keberlanjutan usaha yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Bagi Kelompok Tani Ternak Lembu Suro, penghargaan tingkat provinsi bukan sekadar pencapaian dalam sebuah perlombaan.

Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa usaha yang dijalankan secara konsisten dan melibatkan masyarakat berpotensi berkembang menjadi kekuatan ekonomi desa.

Ke depan, pengembangan peternakan diharapkan terus memberikan manfaat bagi warga Desa Hargomulyo, baik melalui pertumbuhan populasi sapi maupun kesempatan masyarakat untuk terlibat dalam usaha peternakan.

Rasimin pun berpesan kepada masyarakat yang ingin merintis usaha, khususnya di bidang peternakan, agar tidak mudah kehilangan semangat ketika menghadapi berbagai tantangan.

“Yang penting semangat dan dihadapi dengan bahagia,” pesannya.

Perjalanan Lembu Suro dari empat ekor sapi hingga meraih penghargaan tingkat Jawa Timur menjadi gambaran bahwa ketekunan, kebersamaan, dan pengelolaan yang berkelanjutan dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi desa. (aj)

Artikel sebelumyaAkuatik Bojonegoro Siapkan Strategi Baru, Nutrisi Atlet hingga Kompetensi Pelatih Jadi Prioritas
Artikel berikutnyaPeringati HJB ke-349, Bupati Bojonegoro Kirim Doa untuk Para Pendahulu