KENDAL – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi terkait penemuan jenazah pria dalam kondisi terborgol di sebuah bangunan di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Bangunan tersebut ramai dikaitkan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN dengan tegas membantah kabar tersebut, berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi, bangunan tempat jenazah ditemukan bukan merupakan gedung SPPG resmi dan tidak terdaftar dalam sistem BGN.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menyampaikan klarifikasi itu kepada awak media pada Sabtu (10/10/2026).
Ia menegaskan, lokasi tersebut tidak memiliki identitas atau ID SPPG resmi.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi,” ujar Tysa.
Dia juga memastikan bangunan rumah bercat dominasi putih dan biru muda tersebut tidak pernah digunakan sebagai dapur penyedia makanan dalam program MBG.
“Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG,” imbuhnya.
Klarifikasi BGN tidak berhenti pada status bangunan, Tysa menyebut lokasi tersebut juga bukan bagian dari gedung yang terdampak kebijakan moratorium pembangunan atau operasional SPPG.
Selain itu, hingga klarifikasi disampaikan, tidak ada mitra BGN yang mengklaim kepemilikan bangunan tersebut sebagai fasilitas penyelenggara program MBG.
“Dapat kami tegaskan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.
BGN turut menyampaikan belasungkawa atas penemuan jenazah tersebut.
Lembaga itu berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi peristiwa tersebut.
“Segenap jajaran Badan Gizi Nasional menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tutur Tysa.
Sebelumnya, penemuan jenazah pria di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kendal, mengundang perhatian warga.
Korban ditemukan dalam kondisi tangan terborgol dan tubuh terikat pada teralis besi jendela lantai dua sebuah bangunan.
Kecurigaan warga bermula ketika bau busuk tercium dari sekitar lokasi selama beberapa hari.
Kondisi tersebut mendorong warga menaruh perhatian terhadap bangunan itu hingga akhirnya jenazah ditemukan.
Saat melakukan evakuasi, petugas kepolisian dari Polres Kendal menemukan bercak darah di sekitar tubuh korban.
Korban kemudian diidentifikasi sebagai seorang pria warga Kaliwungu berinisial DNA.
Kasus tersebut masih menjadi perhatian aparat kepolisian, berdasarkan informasi yang disampaikan, penyebab kematian korban diketahui akibat pukulan benda tumpul pada bagian belakang kepala.
Meski penyebab kematian telah terungkap, penyelidikan kepolisian masih diperlukan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
BGN pun menegaskan bahwa penemuan jenazah tersebut tidak berkaitan dengan lembaga maupun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. (dtw)












