Beranda Daerah Festival Ledre 2026 Ramaikan Hari Jadi Bojonegoro ke-349

Festival Ledre 2026 Ramaikan Hari Jadi Bojonegoro ke-349

BOJONEGORO – Festival Ledre 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-349.

Kegiatan yang digelar di Kecamatan Purwosari, Kamis (8/10/2026), berlangsung meriah dengan melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat setempat.

Festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah ledre, salah satu makanan khas Bojonegoro, menjadi berbagai produk dengan varian dan inovasi yang menarik.

Camat Purwosari Ike Widyaningrum menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang telah memberikan kesempatan kepada Kecamatan Purwosari untuk menjadi bagian dari rangkaian peringatan HJB ke-349.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM, khususnya masyarakat Purwosari yang selama ini terus mengembangkan produk olahan lokal.

“Kami sangat senang Kecamatan Purwosari menjadi bagian dari rangkaian agenda untuk menyambut Hari Jadi Bojonegoro. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang telah memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha UMKM, khususnya masyarakat Purwosari dan masyarakat binaan,” ungkap Ike.

Dia menilai ledre memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Dengan inovasi dan kreativitas masyarakat, makanan tradisional tersebut diharapkan tidak hanya bertahan sebagai kuliner khas daerah, tetapi mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing lebih luas.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga dalam rangkaian kegiatan, termasuk para peserta binaan yang sebelumnya mengikuti pelatihan pengolahan ledre.

Melalui pembinaan tersebut, masyarakat didorong menciptakan ledre dengan berbagai varian sehingga produk tradisional ini memiliki pilihan yang semakin beragam dan menarik bagi konsumen.

Selain menampilkan kreasi ledre, sejumlah pelaku UMKM juga ikut meramaikan festival dengan memperkenalkan berbagai produk kerajinan dan usaha lokal dari wilayah Bojonegoro.

Menurut Ike, keterlibatan para pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong perekonomian masyarakat.

Festival seperti ini dapat menjadi ruang promosi sekaligus mempertemukan produk lokal dengan masyarakat yang lebih luas.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat, khususnya masyarakat Purwosari, yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mulai dari pelatihan binaan untuk menciptakan karya ledre dengan berbagai varian hingga para UMKM yang hadir untuk meramaikan acara dengan memperkenalkan produk kerajinan dari wilayah Bojonegoro,” ujarnya.

Lebih jauh, Ike berharap Festival Ledre 2026 menjadi momentum untuk memperkuat posisi ledre sebagai salah satu identitas kuliner Kabupaten Bojonegoro.

Dirinya optimistis jika terus dikembangkan melalui inovasi, pembinaan, promosi, dan dukungan pemerintah, ledre dapat semakin dikenal tidak hanya di Bojonegoro, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

“Semoga ini menjadi awal untuk menjadikan ledre sebagai makanan identitas Kota Bojonegoro yang dikenal di seluruh wilayah Indonesia,” harapnya.

Festival Ledre 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian makanan tradisional dapat berjalan beriringan dengan pengembangan UMKM.

Melalui kreativitas masyarakat, produk khas daerah diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Bojonegoro. (aj)

Artikel sebelumyaPCNU Sekadau Adukan Dugaan Politik Uang di Muktamar NU ke KPK, Apa Isinya
Artikel berikutnyaProduk Kreasi SDN Purwosari Ramaikan Festival Ledre Bojonegoro 2026