Beranda Daerah TP PKK Bojonegoro Bergerak, Anak Tidak Sekolah dan Gizi Keluarga Jadi Fokus

TP PKK Bojonegoro Bergerak, Anak Tidak Sekolah dan Gizi Keluarga Jadi Fokus

IMG 20260605 WA0014

BOJONEGORO – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat dukungannya terhadap berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dua fokus utama yang kini mendapat perhatian serius adalah pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi TP PKK Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kamis (4/6/2026).

Kehadiran rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro disambut hangat oleh masyarakat setempat. Berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM Desa Sambongrejo turut dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi desa.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja difokuskan pada penguatan program Gayatri serta upaya mengurangi jumlah anak yang tidak mengenyam pendidikan.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya pernikahan usia anak.

Menurut Cantika, Desa Sambongrejo memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh, terutama dalam peningkatan kualitas produk UMKM, pengemasan yang lebih menarik, hingga pengurusan legalitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan produk telur Gayatri yang dinilai mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Cantika menjelaskan, pengembangan Gayatri di lingkungan TP PKK dapat dimulai dari skala rumah tangga dengan memelihara sekitar tujuh hingga sepuluh ekor ayam petelur. Meski jumlahnya tidak besar, manfaatnya dinilai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.

“Program ini tidak harus dimulai dalam skala besar. Dengan beberapa ekor ayam saja, keluarga sudah bisa mendapatkan manfaat dari hasil telur yang diproduksi setiap hari,” ujarnya.

Usai kegiatan pembinaan, rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro melanjutkan agenda dengan mengunjungi lansia kurang mampu yang hidup seorang diri.

Selain itu, mereka juga melakukan monitoring kepada anak-anak PAUD dan TK guna melihat secara langsung pelaksanaan program Gayatri di tingkat desa.

Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito, menegaskan bahwa program Gayatri dirancang untuk mendorong keluarga memanfaatkan lahan dan sumber daya yang dimiliki guna memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menjalankan program tersebut.

Ayam yang dipelihara dapat berupa ayam kampung biasa, sedangkan pakan dapat berasal dari sisa makanan rumah tangga yang masih layak digunakan sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan.

“Tujuan utamanya adalah memastikan keluarga memiliki akses protein hewani yang mudah dan berkelanjutan dari hasil ternak sendiri,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, menyampaikan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

Dia mengajak masyarakat untuk aktif memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Menurutnya, pendidikan selama 18 tahun menjadi investasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Agus juga mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro telah memiliki aplikasi khusus yang digunakan untuk memantau dan mendata anak tidak sekolah secara lebih akurat.

“Kapasitas lembaga pendidikan di Bojonegoro saat ini mencukupi untuk menampung seluruh anak usia sekolah. Karena itu, diperlukan dukungan bersama agar tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap program Gayatri semakin berkembang di tengah masyarakat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan pencegahan pernikahan anak juga diharapkan terus meningkat demi mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera. (aj)