LAMONGAN – Suasana sore di jalur strategis Babat–Jombang mendadak berubah tegang, Selasa (5/5/2026).
Arus lalu lintas yang biasanya padat lancar, tiba-tiba tersendat akibat sebuah truk terguling di Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.
Insiden bermula saat truk bernomor polisi S-87xx-WI yang dikemudikan WS (50), warga Babat, melaju dari arah selatan ke utara.
Di tengah perjalanan, ban depan kiri mendadak pecah saat kendaraan melaju sekitar 60 km perjam.
Kehilangan kendali, truk pun oleng hingga akhirnya terguling dan melintang di badan jalan.
Muatan ikut miring, menutup sebagian besar jalur utama yang menghubungkan Lamongan dan Jombang.
Dampaknya seketika terasa. Kendaraan dari dua arah menumpuk, antrian panjang tak terhindarkan. Klakson bersahutan, situasi sempat memanas.
Namun kondisi itu tak berlangsung lama. Laporan cepat dari warga melalui call center 110 langsung direspon petugas.
Kapolsek Ngimbang, Iptu I Wayan Sumantra bersama anggotanya segera turun ke lokasi.
Tanpa menunggu kemacetan semakin parah, polisi langsung mengatur lalu lintas.
Sistem buka-tutup diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap.
Petugas berjibaku di lapangan, mengatur arus sambil memastikan situasi tetap aman.
Upaya ini membuahkan hasil, kemacetan yang sempat mengular perlahan bisa dikendalikan.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Situasi aman dan terkendali. Memang sempat terjadi kepadatan, tapi berhasil kami urai hingga lalu lintas kembali normal,” jelasnya.
Proses evakuasi truk sendiri berlangsung cukup hati-hati. Kendaraan harus ditegakkan, muatan diamankan, serta badan jalan dibersihkan dari sisa-sisa material.
Butuh waktu beberapa jam hingga akhirnya jalur Babat–Jombang benar-benar kembali lancar.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi para pengendara, terutama kendaraan besar.
Hal-hal sederhana seperti kondisi ban, rem, dan lampu kerap dianggap sepele, padahal sangat menentukan keselamatan.
Kecepatan yang tidak disesuaikan dengan kondisi kendaraan juga bisa memperbesar risiko.
Begitu pula dengan muatan berlebih yang membuat ban cepat panas dan rentan pecah.
Beruntung, kejadian kali ini tidak menelan korban jiwa. Namun insiden tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kelalaian kecil di jalan raya bisa berujung besar.
Kini arus lalu lintas telah kembali normal.
Truk sudah dievakuasi. Tinggal kesadaran para pengemudi yang harus ditingkatkan.
Sebab di jalan raya, satu kesalahan bisa berdampak luas bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. (as)

























