BOJONEGORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam melindungi kelompok rentan kembali dibuktikan.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, seorang lanjut usia (lansia) dengan kebutuhan khusus berhasil difasilitasi untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pasuruan, Jawa Timur, Senin (20/4/2026).
Langkah Dinsos Bojonegoro ini bagian dari strategi perlindungan sosial agar lansia yang sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan dapat memperoleh layanan kesehatan, asupan gizi yang memadai, hingga pendampingan psikososial secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menegaskan bahwa setiap lansia, khususnya yang hidup tanpa dukungan keluarga, memiliki hak untuk menikmati masa tua dengan aman dan bermartabat.
“Pemindahan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Di PSTW Pasuruan, mereka akan mendapatkan pelayanan profesional yang mencakup kesehatan, perawatan harian, hingga dukungan psikososial yang lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum proses pemindahan dilakukan, pihaknya telah melalui tahapan asesmen mendalam.
Hal ini bertujuan memastikan fasilitas yang dituju benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lansia tersebut.
Tak hanya itu, Dinsos Bojonegoro juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Peran aktif warga Bojonegoro dinilai sangat penting dalam membantu pemerintah mendeteksi dan menangani kasus-kasus serupa secara cepat.
“Kami sangat mengapresiasi laporan dari masyarakat. Kepedulian lingkungan menjadi kunci utama agar penanganan bisa dilakukan segera. Mari bersama menjaga dan memperhatikan para lansia, karena kesejahteraan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuh Nafiatin.
Program pendampingan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.
Dengan akses layanan yang lebih terjamin, diharapkan kesejahteraan lansia di Bojonegoro dapat terus meningkat dan tidak ada lagi yang hidup dalam kondisi terlantar. (aj)

























