Beranda TNI/POLRI Hampir Bentrok, Salah Paham Sopir Truk Diselesaikan Humanis oleh Polisi Lamongan

Hampir Bentrok, Salah Paham Sopir Truk Diselesaikan Humanis oleh Polisi Lamongan

IMG 20260412 WA0041

LAMONGAN – Ketegangan sempat mewarnai jalur padat Lamongan, Babat–Surabaya pada Minggu pagi (12/4/2026).

Insiden salah paham antar sopir truk di Lamongan ini nyaris berujung konflik, namun berhasil diredam berkat respon cepat aparat kepolisian.

Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang sopir truk kontainer berinisial Yov, warga Banyumas, Jawa Tengah, melaporkan adanya perlakuan tidak menyenangkan yang ia alami di jalan.

Ia mengaku terlibat cekcok dengan pengemudi truk gandeng berplat AG dengan ciri bagian depan berwarna hijau.

Situasi sempat memanas ketika terlapor diduga tersulut emosi hingga menarik bagian leher kaos korban.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik lebih besar di tengah lalu lintas yang ramai.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Pucuk langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Command Center Polres Lamongan.

Tim PAMAPTA yang dipimpin IPDA Daniar Vigit R segera menuju lokasi bersama anggota Satlantas.

Tanpa membuang waktu, petugas berhasil menghentikan kendaraan yang dimaksud dan mengamankan sopir berinisial AS, warga Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.

Kedua pihak kemudian dibawa ke ruang SPKT Polres Lamongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Namun alih-alih berlanjut ke proses hukum, polisi mengedepankan pendekatan humanis.

Melalui mediasi dan dialog terbuka, kedua sopir akhirnya sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Pelapor menerima permintaan maaf, sementara terlapor berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua pihak dan disaksikan petugas.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, menegaskan bahwa penyelesaian secara damai menjadi langkah efektif dalam menjaga situasi tetap kondusif.

“Ini jadi pengingat bagi para pengguna jalan, khususnya sopir, agar lebih sabar dan mampu mengendalikan emosi saat berkendara,” ujarnya.

Keberhasilan aparat dalam menangani insiden ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Dengan langkah cepat dan pendekatan yang humanis, potensi konflik di jalan raya pun berhasil dicegah sebelum berkembang lebih jauh. (as)