PATI – Jagat media sosial dihebohkan dengan video pembongkaran sebuah rumah di Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.
Rumah permanen berwarna oranye di Pati itu diratakan menggunakan alat berat, memicu beragam spekulasi publik.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 9 April 2026 tersebut diduga berkaitan erat dengan konflik rumah tangga pasangan suami istri di Pati yang tengah menjalani proses perceraian.
Dalam video yang beredar luas, terlihat alat berat merobohkan bangunan rumah secara bertahap.
Narasi yang menyertai unggahan di media sosial menyebutkan bahwa hubungan keduanya telah lama retak akibat ketidakcocokan.
“Rumah dirobohkan karena hubungan sudah tidak harmonis dan proses perceraian sedang berjalan,” tulis salah satu akun yang membagikan video tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan, keputusan pembongkaran rumah sebenarnya telah disepakati kedua belah pihak setelah proses mediasi berjalan cukup panjang namun tak membuahkan hasil.
Awalnya, rumah tersebut direncanakan menjadi bagian untuk anak semata wayang mereka.
Namun rencana itu berubah setelah muncul dugaan bahwa pihak istri telah menerima lamaran dari pria lain sebelum perceraian resmi diputus pengadilan.
Kondisi ini disebut-sebut memicu kekecewaan mendalam dari pihak suami hingga berujung pada keputusan merobohkan bangunan tersebut.
Video lain yang turut viral memperlihatkan proses pembongkaran menggunakan ekskavator.
Bahkan, terlihat sosok pria yang diduga mantan suami berada di atas alat berat sebelum proses perobohan dimulai.
Narasi yang beredar di media sosial pun semakin memperkuat dugaan adanya konflik emosional di balik kejadian tersebut.
Meski begitu, tidak seluruh bangunan dihancurkan. Beberapa bagian rumah tetap dipertahankan karena posisinya berdekatan dengan hunian milik tetangga.
Rumah tersebut diketahui dibangun saat keduanya masih berstatus suami istri.
Namun, tanah tempat bangunan berdiri dikabarkan merupakan milik pihak istri.
Karena masuk dalam kategori harta bersama atau gono-gini, pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari penyelesaian pembagian aset.
Material dan sisa bangunan kemudian dijual, dan hasilnya dibagi antara kedua pihak.
Ramai Tanggapan Warganet
Viralnya video ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet.
Banyak yang menyoroti sisi emosional sekaligus dampak keputusan tersebut, terutama bagi masa depan anak mereka.
“Rumah bisa dibangun lagi, tapi kepercayaan yang hancur sulit diperbaiki,” tulis salah satu komentar.
Ada pula yang menyayangkan keputusan pembongkaran karena rumah tersebut dinilai masih bisa dimanfaatkan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan dengan baik dapat berujung pada keputusan ekstrem yang berdampak luas. (Tim Pitu)

























