Beranda Daerah Ekskavator Turun Tangan, Longsor Bojonegoro Ditangani Cepat

Ekskavator Turun Tangan, Longsor Bojonegoro Ditangani Cepat

IMG 20260403 WA0037

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) menunjukkan respons cepat dalam menangani bencana longsor di dua titik penting, yakni Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.

Langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat, terutama mobilitas dan roda ekonomi warga Bojonegoro, dapat segera kembali berjalan normal pasca bencana.

Di Desa Duyungan, longsor yang dipicu luapan banjir sempat mengancam area vital, termasuk lahan persawahan dan pemakaman desa.

DPU SDA Bojonegoro tidak hanya fokus membuka akses, tetapi juga menyelamatkan aset penting milik warga.

Dengan menerjunkan alat berat ekskavator, tim melakukan serangkaian langkah teknis.

Mulai dari normalisasi saluran pembuangan air (afvoer) agar genangan cepat surut, hingga penguatan tanah menggunakan 16 cerucuk bambu dan 30 sesek sebagai penahan pergerakan tanah sementara.

Upaya serupa sebelumnya juga telah dilakukan di Sungai Loro, Desa Sambiroto, pada Februari 2026.

Menggunakan ekskavator jenis Long Arm, petugas berhasil membersihkan material longsor yang sempat menutup akses jalan serta aliran air.

Selain itu, penguatan tebing darurat dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan yang dapat memperparah kondisi.

Sekretaris DPU SDA Kabupaten Bojonegoro, Jafar Sodiq, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.

“Penanganan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bojonegoro dan BBWS Bengawan Solo, khususnya melalui PPK Operasi dan Pemeliharaan IV. Normalisasi sungai menjadi prioritas untuk menjaga kapasitas aliran tetap optimal,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama di sekitar aliran sungai, guna meminimalisir risiko bencana di masa mendatang.

Penanganan longsor ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Bojonegoro, pemerintah desa, hingga partisipasi aktif warga melalui gotong royong.

Pendekatan terpadu ini menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana di Bojonegoro tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga menyeluruh, dari hulu hingga hilir. (aj)