Beranda TNI/POLRI Banjir Belum Surut, TNI dan PMII Hadir Bantu Warga Sidomulyo Deket Lamongan

Banjir Belum Surut, TNI dan PMII Hadir Bantu Warga Sidomulyo Deket Lamongan

IMG 20260403 WA0010

LAMONGAN – Aksi nyata kepedulian ditunjukkan jajaran TNI bersama mahasiswa di Kabupaten Lamongan.

Kodim 0812/Lamongan berkolaborasi dengan PMII Universitas Islam Lamongan (Unisla) menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Deket, Jumat (3/4/2026).

Bantuan difokuskan untuk warga Dusun Pujut, Desa Sidomulyo, yang hingga kini masih terdampak luapan Bengawan Njero.

Genangan air yang belum sepenuhnya surut membuat aktivitas warga terganggu, bahkan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan sosial ini merupakan inisiatif Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi bencana.

Mewakili Dandim, Danramil 0812/02 Deket Kapten Inf Sukri menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam membantu masyarakat.

“Sinergi antara TNI dan mahasiswa ini menjadi kekuatan besar dalam membangun kepedulian sosial. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga,” ujarnya.

Ketua PC PMII Unisla Lamongan, Ahmad Hidayatul Ramdani, menyebut keterlibatan mahasiswa sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Ini adalah wujud solidaritas kami. Mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tapi juga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari pemerintah setempat. Camat Deket Suwanto Sastrodihardjo bersama Kepala Desa Sidomulyo, Bagus, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Tidak hanya ancaman banjir, masyarakat juga diminta mulai mengantisipasi potensi musim kemarau panjang dengan pengelolaan cadangan air yang bijak.

Dalam aksi tersebut, sebanyak 40 paket sembako disalurkan kepada warga terdampak.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 95 orang dari berbagai unsur, mulai dari Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, mahasiswa, hingga perangkat desa.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara TNI, mahasiswa, dan pemerintah daerah mampu menghadirkan solusi nyata di tengah bencana.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat di Lamongan. (as)