NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat strategi pembangunan daerah dengan cara yang tak biasa.
Lewat ajang Temu Kangen Diaspora Nganjuk yang digelar Minggu malam (22/3/2026) di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, ratusan putra-putri daerah yang sukses di perantauan diajak pulang bukan hanya untuk bernostalgia, tetapi juga berkontribusi nyata.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi atau yang akrab disapa Kang Marhaen, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari program prioritas daerah.
“Ini termasuk program ke-14 dari 15 program unggulan Pemkab Nganjuk,” ujarnya di hadapan para diaspora yang hadir.
Menurutnya, keberadaan diaspora Nganjuk yang tersebar di berbagai kota besar hingga luar negeri merupakan aset besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan.
Karena itu, Pemkab Nganjuk kini mulai membangun jejaring kolaborasi yang lebih kuat.
Kang Marhaen berharap para diaspora tidak hanya menjadi saksi perkembangan daerah, tetapi juga menjadi duta Nganjuk di mana pun mereka berada.
“Harapannya, diaspora bisa membawa nama baik Nganjuk sekaligus ikut berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Didampingi Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro (Mas Handy), ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para diaspora untuk menyumbangkan ide, pengalaman, hingga koneksi yang dimiliki.
Menurutnya, kekuatan pemikiran dan jejaring para perantau bisa menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan di daerah.
“Kalau kita bisa duduk bersama dan mencari solusi, Nganjuk akan melompat lebih cepat menuju kemajuan,” tambahnya.
Mengusung tema “Nganjuk Ngangeni, Tansah Ana Ing Ati”, acara ini dihadiri sekitar 200 diaspora yang tengah mudik Lebaran.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, birokrat, hingga profesional di tingkat nasional dan internasional.
Sejumlah tokoh penting juga turut hadir, di antaranya Staf Khusus Mendikdasmen Didik Suhardi, Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto, serta Rektor Unusida Prof. Fatkul Anam.
Melalui forum ini, Pemkab Nganjuk berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan diaspora, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Langkah ini diyakini menjadi salah satu kunci dalam mengakselerasi pembangunan daerah, dengan memanfaatkan potensi besar warga Nganjuk yang telah sukses di luar daerah. (mar)
























