BOJONEGORO – Suasana berbeda tampak di Jalan P. Mastumapel, Bojonegoro, Rabu (18/3/2026).
Jalan yang biasanya dilalui kendaraan, mendadak berubah menjadi panggung catwalk dalam gelaran Street Muslim Fashion Show Festival Ramadan Bojonegoro yang berlangsung meriah.
Kegiatan yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini sukses menyedot perhatian masyarakat Bojonegoro.
Selain menjadi hiburan ngabuburit di Bojonegoro, acara ini juga menjadi wadah ekspresi bagi peserta untuk menampilkan kreativitas dalam balutan busana muslim yang santun dan stylish.
Event di Bojonegoro ini membawa pesan lebih dalam. Busana muslim diposisikan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus media syiar yang mencerminkan nilai kesopanan, keanggunan dan karakter bangsa.
Di tengah berkembangnya industri modest fashion, kegiatan ini juga menunjukkan potensi besar sektor fashion dalam mendorong ekonomi kreatif daerah Bojonegoro.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro sebagai penyelenggara menghadirkan kompetisi ini untuk membuka ruang kreativitas lintas usia.
Mulai dari anak-anak hingga remaja dan dewasa, semua diberi kesempatan tampil percaya diri di atas panggung jalanan.
Peserta dibagi dalam dua kategori. Kategori A diikuti anak usia 5–13 tahun, sementara kategori B untuk remaja hingga dewasa usia 14–25 tahun.
Masing-masing kategori memiliki kriteria penilaian yang menitikberatkan pada kesesuaian tema, ekspresi, hingga penampilan keseluruhan.
Untuk kategori anak, penilaian difokuskan pada kepercayaan diri, ekspresi, serta keserasian busana.
Sedangkan kategori remaja dan dewasa dinilai lebih kompleks, mulai dari kreativitas konsep, teknik catwalk, hingga overall look.
Di sela-sela acara, suasana santai juga terasa. Para peserta tampak menikmati momen kebersamaan, beristirahat, hingga bersiap menyambut waktu berbuka puasa.
Salah satu peserta cilik, Mahda (7), mengaku antusias mengikuti ajang ini. Ia datang dari Tuban setelah rutin berlatih di sanggar di Bojonegoro.
Menariknya, busana yang dikenakannya merupakan hasil karya sang kakek.
“Saya senang bisa ikut lomba ini,” ujarnya dengan wajah ceria.
Melalui kegiatan ini, Street Muslim Fashion Show tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata.
Lebih dari itu, acara ini menjadi sarana edukasi, promosi kreativitas, serta penguatan karakter generasi muda yang religius dan berbudaya.
Festival ini membuktikan bahwa Ramadan tak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga bisa menjadi ruang produktif untuk berkarya, berekspresi, dan mempererat kebersamaan dalam nuansa yang positif dan inspiratif. (Aj)
























