Beranda Nasional Dunia Bukan Hutan Rimba, Seruan Keras dari Ketapang untuk Hentikan Penindasan Militer...

Dunia Bukan Hutan Rimba, Seruan Keras dari Ketapang untuk Hentikan Penindasan Militer Global

IMG 20260311 WA0001

KETAPANG – Di pengujung Ramadan yang suci, saat jutaan umat bersimpuh memohon ampunan, sebuah seruan kemanusiaan bergema dari jantung Kabupaten Ketapang.

Masyarakat diajak untuk tidak sekedar berpangku tangan melihat penderitaan bangsa-bangsa yang luluh lantak akibat konflik bersenjata.

Aliansi Solidaritas Kemanusiaan Ketapang telah menjadwalkan aksi solidaritas dan doa bersama yang akan dipusatkan di Taman Kedondong Ketapang pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 15.15 WIB.

Aksi ini merupakan respon atas tragedi kemanusiaan yang kembali mengguncang Iran, Palestina, Lebanon, hingga Venezuela.

Rentetan serangan militer di wilayah-wilayah tersebut dinilai telah melampaui batas kemanusiaan.

Koordinator Umum Aliansi, Anton Hermawan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan global.

Ia menyoroti keterlibatan Amerika Serikat yang dianggap menunjukkan wajah arogansi kekuatan militer di mata dunia.

“Ini bukan sekedar aksi biasa, ini adalah seruan hati nurani. Kita tidak boleh diam saat saudara kita di luar sana menghadapi serangan yang menghancurkan kehidupan mereka,” tegas Anton, Selasa malam (10/3/2026).

Menurut Anton, prinsip “siapa kuat dia menang” tidak boleh dibiarkan menjadi hukum dunia.

Dia mengajak mahasiswa, tokoh agama, hingga pemuda Ketapang untuk membuktikan bahwa jarak geografis bukan penghalang bagi empati.

Tak hanya menyasar massa di akar rumput, aksi ini juga membawa pesan diplomatik yang kuat.

Anton menaruh harapan besar pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia kembali tampil taringnya di panggung internasional, khususnya di forum PBB.

“Indonesia punya sejarah panjang sebagai pejuang perdamaian. Kami berharap Presiden Prabowo mampu menjadi motor diplomasi dunia yang disegani,” tambahnya.

Aksi doa bersama ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang merasa terpanggil oleh nilai-nilai kemanusiaan.

Panitia menghimbau warga untuk hadir dengan hati yang tulus, menyatukan frekuensi demi dunia yang lebih adil dan damai tanpa penindasan militer.

Mari tunjukkan bahwa Ketapang adalah bagian dari solusi perdamaian dunia. Sampai jumpa di Taman Kedondong. (Tim Sembilan)