GRESIK – Ada yang berbeda dengan perayaan Hari Jadi Gresik ke-539 dan HUT Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ke-52 tahun ini.
Alih-alih menggelar upacara baris-berbaris yang kaku, Pemkab Gresik memilih “jalur langit” dengan menggelar doa bersama dan santunan akbar di Masjid Agung Gresik, Senin (9/3/2026).
Langkah ini diambil karena momen istimewa tersebut bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H.
Alhasil, suasana religius nan menyentuh menyelimuti masjid saat 1.500 anak yatim dan dhuafa hadir memenuhi undangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Ir. Achmad Washil Miftahul Rachman, M.T., menjelaskan bahwa perubahan format acara ini adalah bentuk adaptasi dan rasa syukur.
Sebanyak 2.000 orang memadati lokasi, mulai dari tokoh agama, anggota DPRD, hingga masyarakat umum.
“Mengingat kita berada di bulan puasa, pelaksanaan upacara kita ganti dengan doa bersama. Ini adalah kolaborasi lintas sektor antara Bakesbangpol, Dinas Sosial, Bagian Kesra, hingga Baznas Gresik,” ungkap Achmad Washil.
Tak tanggung-tanggung, acara ini juga dibarengi dengan peringatan Nuzulul Quran.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah membagikan Santunan untuk 1.500 dhuafa dan anak yatim.
Insentif khusus bagi 1.000 petugas kebersihan (pasukan kuning).
Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para penerima manfaat.
Achmad Washil menekankan bahwa angka 539 tahun bagi Gresik dan 52 tahun bagi Pemkab harus menjadi pengingat untuk terus berbenah.
“Mari kita jadikan peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kita kepada masyarakat,” tegasnya menutup sambutan.
Karina, seorang siswi kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI), tak bisa menyembunyikan rasa syukur saat menerima santunan tersebut.
“Sangat senang dapat uang dan beras dari bapak Bupati,” ungkapnya.
Senada dengan Karina, Anuna yang kini duduk di kelas 4 MI juga mengaku sangat terbantu.
“Terima kasih bapak Bupati, santunan ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya,” ucapnya.
Bagi mereka, paket berupa uang tunai dan beras dari Pemkab Gresik adalah “kado” Ramadan yang sangat berarti bagi keluarganya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat membangun daerah bisa dilakukan dengan cara yang lebih teduh namun berdampak langsung bagi rakyat kecil. (rif)

























