Beranda TNI/POLRI Filosofi Sapu Lidi di Mapolres Bojonegoro: Sinergi Ulama dan Umaro Demi Lebaran...

Filosofi Sapu Lidi di Mapolres Bojonegoro: Sinergi Ulama dan Umaro Demi Lebaran Aman

IMG 20260306 WA0013

BOJONEGORO – Memasuki pertengahan Ramadan 1447 H, suasana sejuk dan penuh toleransi terpancar dari Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro.

Pada Kamis (5/3/2026), Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi mengundang para Dai dan Pendeta Kamtibmas dalam sebuah agenda silaturahmi bertajuk “Bersama Membangun Negeri, Polri Untuk Masyarakat”.

Agenda ini menjadi simbol kuatnya sinergitas antara korps berseragam cokelat dengan para tokoh lintas agama di “Kota Ledre”.

Dalam sambutannya, AKBP Afrian Satya Permadi memberikan apresiasi tinggi kepada para tokoh agama di Bojonegoro.

Menurutnya, rasa aman yang dirasakan warga Bojonegoro hingga hari ke-16 Ramadan ini tidak lepas dari pesan-pesan damai yang konsisten disuarakan para Dai dan Pendeta di mimbar-mimbar mereka.

“Kehadiran Dai dan Pendeta Kamtibmas adalah pondasi penting. Wilayah yang kondusif adalah buah dari kerukunan dan toleransi yang terus kita rawat bersama,” tegas AKBP Afrian.

Ia juga mengajak seluruh tokoh agama untuk mendoakan stabilitas keamanan, mulai dari level lokal Bojonegoro hingga skala internasional, agar tetap damai dan penuh harmoni.

Menjelang puncak arus mudik, Kapolres menitipkan pesan khusus terkait Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 13 Maret mendatang.

Dukungan spiritual dan doa dari para tokoh agama diharapkan menjadi penguat bagi personel di lapangan.

“Kami mohon doa agar seluruh tim yang bertugas dalam pengamanan Idulfitri diberikan kesehatan dan kelancaran, sehingga masyarakat bisa merayakan kemenangan dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.

Kesejukan acara semakin terasa saat Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, menyampaikan tausiyahnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Ulama (tokoh agama) dan Umara (pemerintah/kepolisian).

Kiai Huda menganalogikan persatuan ini seperti filosofi sapu lidi.

“Jika sebatang lidi berdiri sendiri, ia rapuh. Namun jika diikat jadi satu, ia menjadi kekuatan yang mampu membersihkan halaman. Begitu juga kita, harus bersatu demi Bojonegoro yang bahagia dan makmur,” tuturnya.

Sebagai penutup yang manis, Kapolres Bojonegoro menyerahkan tali asih kepada para peserta yang hadir.

Hal ini merupakan bentuk apresiasi tulus atas dedikasi para tokoh agama yang selama ini menjadi jembatan informasi dan penyejuk hati bagi masyarakat luas.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa di Bojonegoro, perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama. (aj)