BOJONEGORO – Angin segar berhembus bagi anak muda di Bojonegoro. Inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kepemudaan 2026, pada Kamis (05/03), menuai rapor hijau dari pihak Legislatif Bojonegoro.
Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu untuk memancing “keluar” ide-ide cemerlang dari generasi Z dan Millenial Bojonegoro.
Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Maftukhan, menyatakan dukungan penuhnya atas terobosan ini.
Menurutnya, forum ini adalah kunci untuk menggali potensi terpendam pemuda Bojonegoro dari berbagai lintas disiplin ilmu.
Maftukhan menegaskan bahwa potensi pemuda Bojonegoro di sektor wirausaha, pertanian, hingga peternakan sangatlah masif.
“Gunakan kemampuan digital untuk membantu pemasaran produk petani atau mempromosikan wisata desa lewat konten kreatif. Kita butuh sentuhan inovasi kalian,” ujar Maftukhan.
Namun, ia memberikan catatan yaitu, anak muda tidak boleh hanya berpuas diri menjadi penikmat fasilitas pembangunan saja.
“Pemuda-pemudi Bojonegoro harus mengambil peran. Mereka bisa menjadi motor penggerak utama yang menopang ekonomi wilayah. Ke depan, peran mereka harus nyata, bukan hanya jadi penonton,” tegas Maftukhan.
Dalam forum tersebut, Maftukhan mencatat gelombang aspirasi yang cukup tajam.
Para peserta banyak menyuarakan keinginan agar sektor pertanian dikelola dengan sistem modernisasi peralatan.
Selain itu, penguatan UMKM berbasis digital juga menjadi usulan yang paling banyak diminati.
“Aspirasi yang muncul sangat progresif. Ada keinginan kuat agar pertanian kita didukung alat modern, serta pengembangan usaha digital yang memang dunianya anak muda sekarang,” tambahnya.
Menariknya, mekanisme penyampaian usulan kini dibuat lebih praktis dan kekinian.
DPRD mendorong agar seluruh gagasan tersebut diserap secara maksimal melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro.
Maftukhan menjelaskan bahwa Pemkab telah menyiapkan sistem barcode khusus.
Lewat sistem ini, para peserta bisa langsung menginput gagasan atau program unggulan mereka agar masuk dalam radar perencanaan Musrenbang Kabupaten mendatang.
“Semua aspirasi teman-teman pemuda akan ditampung Dinpora. Sistem barcode sudah siap, jadi usulan mereka benar-benar menjadi bahan evaluasi untuk Musrenbang yang akan datang,” pungkasnya.
Dengan adanya wadah ini, diharapkan Bojonegoro tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi kuat yang digerakkan oleh tangan-tangan kreatif generasi mudanya. (aj)

























