LAMONGAN – Mengantisipasi lonjakan mobilitas saat arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, Polres Lamongan melalui Satuan Lalu Lintas bergerak cepat memperkuat sistem pengamanan, Rabu (4/3/2026).
Langkah konkret yang ditempuh adalah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Keselamatan Perlintasan Kereta Api Sebidang sebagai bagian dari persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Bertempat di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, forum tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan.
Mulai dari Dinas Perhubungan, para kapolsek, Satpol PP, camat dan kepala desa di sepanjang jalur rel, hingga perwakilan PT Kereta Api Indonesia Daop 8.
Rakor ini bukan sekedar formalitas. Keselamatan di perlintasan sebidang menjadi perhatian serius, mengingat titik tersebut masih tergolong rawan kecelakaan, terlebih saat volume kendaraan meningkat drastis di musim Lebaran.
Berdasarkan data, di Kabupaten Lamongan terdapat 81 perlintasan kereta api sebidang.
Rinciannya, 33 perlintasan berpalang pintu dijaga Dinas Perhubungan, 29 perlintasan tanpa palang pintu dijaga relawan, 19 perlintasan telah ditutup permanen.
Data kecelakaan dalam dua tahun terakhir pun menjadi alarm serius, karena sejumlah insiden di titik perlintasan masih menelan korban jiwa.
Kasat Lantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara dalam arahannya menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama meminimalkan potensi risiko.
“Lonjakan mobilitas saat Lebaran harus diimbangi kesiapan maksimal di lapangan, terutama pada titik-titik rawan,” tegasnya.
Melalui rakor tersebut, sejumlah langkah strategis dirumuskan, antara lain, pelatihan dan penguatan kapasitas penjaga lintasan, penambahan personel pengamanan.
Optimalisasi sarana komunikasi di titik penjagaan
Peningkatan fasilitas palang pintu, penutupan akses kecil liar yang berpotensi membahayakan.
Tak hanya itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan digencarkan.
Faktor kelalaian pengguna jalan masih menjadi penyebab dominan kecelakaan di perlintasan kereta api.
Perwakilan PT Kereta Api Indonesia Daop 8 turut memaparkan kesiapan menghadapi masa angkutan Lebaran 2026.
Selama periode tersebut, akan ada penambahan perjalanan kereta api, termasuk pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh unsur pengamanan di lapangan.
Selain menambah frekuensi perjalanan, KAI juga berencana menambah petugas penjagaan di sejumlah titik strategis.
Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bukti bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama.
Dengan koordinasi matang dan kesiapan maksimal, diharapkan masyarakat Lamongan dapat menjalani tradisi mudik dan merayakan Idul Fitri 2026 dengan aman, nyaman, serta penuh kebahagiaan tanpa bayang-bayang kecelakaan di perlintasan kereta api. (as)
























