GRESIK – Nama Mohamad Arif mendadak ramai diperbincangkan setelah ditetapkan sebagai Juara 1 Sayembara Logo Hari Jadi ke-539 Kabupaten Gresik (Harjagres).
Yang membuat publik makin bangga, Arif ternyata merupakan kader aktif Gerakan Pemuda Ansor di wilayah Sidayu, Kabupaten Gresik.
Pengumuman resmi dari Pemerintah Kabupaten Gresik langsung disambut antusias berbagai kalangan, termasuk keluarga besar Ansor.
Bahkan, flyer ucapan selamat dari PAC GP Ansor Sidayu turut beredar luas di media sosial.
Ketua PAC GP Ansor Sidayu, H. M. Alaika Nasrullah, membenarkan bahwa Arif adalah bagian dari kepengurusan di departemen publikasi media dan siber.
“Iya benar, sahabat Arif merupakan pengurus aktif PAC GP Ansor Sidayu,” ujarnya.
Arif bukan nama baru di dunia desain grafis. Lulusan D3 Desain Grafis Unesa angkatan 2006 ini memang telah lama menekuni dunia visual branding.
Meski mengaku bukan lagi generasi muda, ia tetap percaya diri mengikuti sayembara tersebut.
Alih-alih menampilkan banyak elemen visual, Arif memilih strategi berbeda yaitu menghadirkan satu ikon kuat yang merepresentasikan Gresik secara mendalam.
Jika tahun sebelumnya ikon bandeng menjadi pilihan pemenang, kali ini Arif memutuskan mengambil jalur berbeda dengan mengangkat Rusa Bawean sebagai simbol utama.
Rusa Bawean dan Semangat “Gresik Baru Lebih Maju”
Rusa Bawean bukan sekedar satwa endemik.
Hewan khas Pulau Bawean ini adalah simbol identitas Kabupaten Gresik yang perlu dijaga keberadaannya.
Mengusung tema besar “Semangat Gresik Baru Lebih Maju”, Arif menggambarkan rusa dalam posisi berlari dan melompat ke depan.
Gerakan tersebut melambangkan optimisme, daya tahan, serta keberanian menghadapi tantangan zaman.
Lebih unik lagi, angka 539 dibentuk menyerupai siluet rusa dengan gaya origami modern.
Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana angka-angka itu tetap terbaca jelas namun sekaligus membentuk figur rusa yang proporsional.
“Bagian paling sulit ada pada pembentukan angka 9 agar tetap menyatu dengan siluet rusa tanpa menghilangkan keseimbangan desain,” ungkap Arif.
Di balik karya yang memikat, ada perjuangan yang tak sederhana.
Arif menyelesaikan desain tersebut dalam waktu dua hari, di sela kesibukannya melanjutkan usaha keluarga berjualan es batu balok.
Ia harus membagi waktu antara riset konsep, eksplorasi bentuk, hingga eksekusi final sebelum tenggat waktu pengumpulan.
Baginya, logo bukan sekedar indah dipandang. Ia harus menyampaikan pesan kuat dan relevan dengan kondisi Gresik hari ini.
Bagi Arif, kemenangan ini bukan hanya soal prestasi pribadi.
Dia ingin menyampaikan pesan penting, Rusa Bawean adalah identitas yang harus dilestarikan.
Dengan populasi yang terbatas dan status perlindungan, simbol ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan warisan lokal.
Di usia Kabupaten Gresik yang ke-539 tahun, Arif berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat.
Seperti rusa yang terus melompat maju, Gresik diharapkan mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah tantangan global. (as)

























