Beranda Infotaiment Iran Diserang Israel dan AS, KBRI Teheran Perkuat Pengawasan dan Komunikasi WNI

Iran Diserang Israel dan AS, KBRI Teheran Perkuat Pengawasan dan Komunikasi WNI

IMG 20260301 WA0013

TEHERAN — Situasi keamanan di Iran memanas setelah serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) menghantam sejumlah titik strategis di negara tersebut.

Di tengah eskalasi yang terjadi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran bergerak cepat memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak.

Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Soemirat, menegaskan bahwa prioritas utama KBRI saat ini adalah memperkuat komunikasi dua arah dengan seluruh WNI di berbagai kota di Iran.

Langkah ini dilakukan agar perwakilan RI dapat merespon cepat setiap perkembangan dan kebutuhan perlindungan.

“Konsentrasi KBRI Teheran saat ini adalah terus melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh WNI yang ada di Iran, di seluruh kota,” ujar Roy dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Hingga Sabtu siang waktu setempat, tercatat sebanyak 329 WNI telah melapor dan terdata resmi di KBRI Teheran.

Pihak kedutaan juga aktif menjalin komunikasi dengan simpul-simpul komunitas WNI di berbagai kota.

Dari hasil pemantauan sementara, belum ada laporan ancaman langsung yang dialami WNI.

Namun demikian, KBRI tetap meminta seluruh warga Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan situasi secara berkala.

Selain melakukan pendataan dan pemantauan, KBRI Teheran juga telah menerbitkan surat himbauan resmi kepada seluruh WNI.

Dalam edaran tersebut, WNI diminta aktif memberikan pembaruan kondisi keamanan di wilayah masing-masing, bergabung dalam grup koordinasi komunikasi, mematuhi aturan dan arahan otoritas keamanan setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan.

KBRI Teheran juga terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta guna memastikan langkah perlindungan berjalan optimal.

Pembaruan informasi resmi selanjutnya akan disampaikan melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri RI secara berkala.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan mendesak, KBRI Teheran membuka hotline darurat di nomor: +98 902 466 8889.

Nomor tersebut dapat dihubungi kapan pun apabila terjadi situasi genting atau memerlukan perlindungan konsuler.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, pemerintah Indonesia memastikan kehadiran negara tetap nyata bagi warganya di luar negeri.

KBRI Teheran menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan dan memastikan setiap WNI berada dalam kondisi aman serta terlindungi. (Tim Pitu)