BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi mengawali tahapan sosialisasi dan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.
Kegiatan pembukaan digelar di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (24/02/2026).
Momentum ini menjadi penegasan bahwa di tengah tekanan fiskal dan pengurangan transfer pusat ke daerah, Pemkab Bojonegoro tetap menjadikan pembinaan karakter generasi muda sebagai prioritas utama.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar kegiatan seremonial pengibaran bendera saat HUT Kemerdekaan.
Lebih dari itu, Paskibraka Bojonegoro adalah ruang strategis pembentukan karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan nasionalisme generasi muda.
“Paskibraka adalah kesempatan emas bagi siswa-siswi Bojonegoro untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air sejak dini. Ini sejalan dengan program Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa berjiwa Pancasila,” tegasnya.
Edi mengakui adanya penyesuaian anggaran akibat pengurangan transfer keuangan pusat pada tahun anggaran 2025/2026 yang nilainya mencapai triliunan rupiah secara nasional.
Namun, ia memastikan program Paskibraka tidak boleh terdampak.
“Awalnya ada penyesuaian anggaran. Tetapi saya instruksikan agar dikembalikan ke posisi semula. Pembinaan karakter melalui Paskibraka ini krusial dan tidak boleh dikorbankan,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa investasi karakter generasi muda Bojonegoro dinilai lebih penting dibanding sekedar efisiensi anggaran jangka pendek.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, menjelaskan bahwa proses seleksi Paskibraka 2026 dilakukan sepenuhnya secara daring untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Tes Intelegensia Umum (TIU)
Menurut Amir, penggunaan sistem CAT memungkinkan hasil tes diketahui secara real-time setelah peserta menyelesaikan ujian.
“Dengan sistem ini, hasil akademis langsung keluar. Tidak ada ruang spekulasi atau dinamika yang tidak diinginkan. Yang lolos benar-benar yang terbaik,” jelasnya.
Tahun ini, Pemkab Bojonegoro menargetkan putra-putri terbaik daerah mampu menembus seleksi hingga tingkat Provinsi bahkan Nasional.
Untuk tingkat Kabupaten Bojonegoro sendiri, kuota yang dibutuhkan sebanyak 72 orang.
Selain tes akademis, peserta juga akan menjalani seleksi fisik meliputi, Push-up, Sit-up, Lari, Kemampuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Amir menghimbau seluruh SMA/sederajat di Bojonegoro agar segera menyiapkan siswa terbaiknya.
“Target kita ada perwakilan Bojonegoro di tingkat nasional tahun ini. Kami harap sekolah-sekolah serius mempersiapkan siswanya,” pungkasnya.
Dengan sistem seleksi yang transparan, komitmen anggaran yang dipertahankan, serta target tembus nasional, Paskibraka 2026 menjadi momentum penting bagi generasi muda Bojonegoro untuk membuktikan kualitasnya sebagai calon pemimpin masa depan berkarakter Pancasila. (aj)
Pendaftaran: 3 Maret – 23 Maret 2026
Laman Resmi: paskibraka.bpip.go.id
Tes Akademis: Sistem Computer Assisted Test (CAT)
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

























