BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok jelang Ramadan.
Lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) Bojonegoro yang dirangkai dalam Safari Ramadhan 1447 H, warga bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan ini akan digelar pada Jumat (20/2/2026) mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, berlokasi di Jl. P. Mas Tumapel, Bojonegoro.
Selain sebagai upaya pengendalian inflasi, agenda ini juga menjadi bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa GPM merupakan langkah konkret menjaga pasokan dan harga pangan tetap stabil, terutama menjelang bulan suci yang identik dengan kenaikan harga.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar dan terjangkau. Stabilitas pasokan dan harga menjadi prioritas agar inflasi daerah tetap terkendali,” tegas Zaenal, Kamis (19/2/2026).
Dalam Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah rata-rata pasar, di antaranya, Beras SPHP: Rp 55.000 / 5 kg, Telur ayam: Rp 28.000 / kg, Minyak goreng (Minyakita): Rp 15.000 / liter, Gula pasir: Rp 15.000 / kg, Bawang merah dan bawang putih: Rp 7.000 / 0,25 kg, Cabe campur: Rp 7.000 / pack, Tomat: Rp 1.500 / 0,25 kg.
Harga tersebut diharapkan mampu meringankan beban belanja rumah tangga masyarakat Bojonegoro, khususnya menjelang Ramadan ketika kebutuhan konsumsi meningkat.
DKPP Bojonegoro memastikan stok yang disediakan telah diperhitungkan secara matang agar mencukupi kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat pun diminta berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengundang seluruh warga Bojonegoro untuk hadir. Stok sudah kami siapkan dengan perhitungan matang. Harapannya, Safari Ramadhan ini benar-benar membawa ketenangan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Zaenal.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemkab Bojonegoro ingin memastikan Ramadan tahun ini disambut dengan rasa aman, tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok. (aj)

























