Beranda TNI/POLRI Bersih Sungai, Turi Siaga Banjir: Enceng Gondok di Kali Kruwul Lamongan Diangkut...

Bersih Sungai, Turi Siaga Banjir: Enceng Gondok di Kali Kruwul Lamongan Diangkut Alat Berat

IMG 20260217 WA0016

LAMONGAN – Kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan terus diperkuat di wilayah Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Aparat gabungan bersama pemerintah setempat bergerak cepat melakukan normalisasi aliran sungai guna mencegah potensi banjir yang dapat mengancam permukiman dan lahan pertanian warga Lamongan.

Babinsa Koramil 0812/03 Turi bersama unsur Forkopimcam turun langsung membersihkan tumpukan enceng gondok dan sampah yang menyumbat aliran Kali Kruwul 2 di Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Selasa (17/02/2026).

Pembersihan difokuskan di sekitar Jembatan Desa Kemlagigede, titik yang dinilai paling rawan karena enceng gondok yang terbawa arus menumpuk dan mempersempit badan sungai.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air, terutama saat debit meningkat akibat hujan deras.

Untuk mempercepat proses normalisasi, satu unit alat berat milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lamongan diterjunkan ke lokasi.

Penggunaan alat berat dinilai efektif mempercepat pengangkatan material yang sulit dibersihkan secara manual.

Kegiatan ini dipantau langsung Camat Turi Rahmat Hidayat, Kepala Desa Kemlagigede Suyatno, Aipda Agus selaku Kanit Binmas Polsek Turi, serta Babinsa Koramil 0812/03 Turi, Kopda Fajar.

Tim teknis dari Dinas SDA Kabupaten Lamongan juga turut mengawal proses normalisasi.

Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi bukti kuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan instansi teknis dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Kopda Fajar menegaskan, langkah ini merupakan upaya preventif guna meminimalisasi risiko luapan air.

“Kami ingin memastikan aliran Kali Kruwul 2 tetap lancar. Dengan dukungan alat berat, pembersihan enceng gondok dan sampah di bawah jembatan bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal,” ujarnya.

Normalisasi sungai menjadi langkah strategis untuk mengurangi ancaman banjir, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

Selain melindungi rumah penduduk, langkah ini juga penting untuk menjaga lahan pertanian agar tidak terdampak genangan.

Pemerintah berharap kolaborasi yang terbangun mampu meningkatkan kesiapsiagaan wilayah Turi dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama musim hujan. (as)