Beranda TNI/POLRI Dukung Pernyataan Kapolri, Ketua MUI Bojonegoro Bicara Independensi

Dukung Pernyataan Kapolri, Ketua MUI Bojonegoro Bicara Independensi

IMG 20260131 WA0003

BOJONEGORO – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Kapolri yang menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada langsung di bawah Presiden RI dan tidak berbentuk kementerian. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurut KH. Alamul Huda, atau yang akrab disapa Gus Huda, struktur Polri yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden merupakan pijakan penting untuk menjaga independensi, profesionalisme, dan netralitas institusi kepolisian.

“Posisi Polri di bawah Presiden sangat strategis karena dapat meminimalkan intervensi kepentingan politik tertentu. Dengan begitu, Polri bisa bekerja secara objektif, profesional, dan bertanggung jawab sebagai alat negara,” ujar Gus Huda, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai, independensi Polri menjadi faktor kunci dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik.

Ketika kepolisian mampu bekerja secara amanah dan tidak berpihak, maka penegakan hukum akan berjalan lebih adil serta memberi rasa aman bagi masyarakat di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Dalam pandangan keislaman, Gus Huda menegaskan bahwa penegakan hukum harus berpijak pada nilai keadilan dan kemaslahatan umat.

Hukum, lanjutnya, tidak boleh diterapkan secara diskriminatif, melainkan harus melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.

“Tujuan hukum adalah menjaga ketertiban, menciptakan kedamaian, dan merawat persatuan bangsa. Karena itu, Polri harus tetap berdiri di atas semua golongan,” tegasnya.

Lebih jauh, Gus Huda menilai peran Polri sangat vital dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia berharap komitmen yang disampaikan Kapolri dalam RDP bersama Komisi III DPR RI dapat diwujudkan secara nyata melalui peningkatan integritas, transparansi, dan kualitas pelayanan publik.

“Jika Polri terus memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas, maka kehadirannya akan semakin dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” pungkasnya. (aj)