Beranda Daerah Jalan Beton di Tengah Sawah Bojonegoro, Ini Dampaknya Bagi Warga

Jalan Beton di Tengah Sawah Bojonegoro, Ini Dampaknya Bagi Warga

IMG 20260130 WA0000

BOJONEGORO – Hamparan padi hijau yang membentang di wilayah utara Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, kini tak lagi hanya memanjakan mata.

Di tengah lanskap persawahan itu, sebuah jalan cor beton hadir membelah lahan pertanian, menghadirkan akses baru sekaligus harapan besar bagi warga Desa Mulyoagung.

Jalan beton tersebut merupakan hasil program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 yang diterima Pemerintah Desa Mulyoagung.

Infrastruktur sepanjang 1.886,5 meter itu sebelumnya dikenal sebagai jalur yang rawan rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Kini, wajahnya berubah drastis menjadi jalan poros desa yang rapi, kokoh, dan sedap dipandang.

Dengan nilai anggaran mencapai Rp 4,6 miliar, pembangunan jalan ini menghubungkan Desa Mulyoagung dengan Desa Bogo.

Jalur tersebut juga memiliki akses langsung ke kawasan perkotaan Bojonegoro melalui Jalan Veteran, menjadikannya alternatif strategis untuk mobilitas warga.

Pembangunan tersebar di sejumlah titik, yakni RT 1, RT 8, RT 10, dan RT 11 Desa Mulyoagung.

Keberadaan jalan ini bukan hanya mempermudah transportasi, tetapi juga menghadirkan rute perjalanan yang nyaman dan menyegarkan, terutama dengan panorama persawahan di kiri dan kanan jalan.

Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menyampaikan bahwa pembangunan ini dirancang tak sekedar memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga memberi dampak psikologis dan sosial bagi warga.

“Kami ingin pembangunan ini bukan hanya soal fungsi, tapi juga menumbuhkan semangat dan kebanggaan warga. Jalan rapi di tengah sawah hijau memberi rasa optimisme baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Bagi masyarakat, proyek yang ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026 ini menjadi jawaban atas kebutuhan lama.

Jalan cor beton tersebut mampu menekan biaya transportasi hasil panen, karena petani tak lagi harus mengeluarkan ongkos besar akibat akses jalan yang rusak.

Tak hanya sektor pertanian, akses menuju fasilitas publik seperti sekolah dan layanan kesehatan di pusat kota juga menjadi jauh lebih cepat dan nyaman.

Bahkan, jalur ini dinilai mampu berperan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas utama menuju Kota Bojonegoro.

“Kami optimistis jalan ini akan tumbuh menjadi poros ekonomi baru. Akses pertanian yang lancar adalah fondasi kesejahteraan petani,” tambah Abdi.

Pekerjaan fisik yang dimulai sejak akhir Oktober 2025 ini diharapkan menjadi infrastruktur jangka panjang yang memberi manfaat berkelanjutan.

Pemerintah desa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keindahan dan kualitas jalan tersebut.

Lebih dari sekedar sarana transportasi, jalan beton di tengah sawah Mulyoagung kini menjadi simbol gotong royong, kemajuan desa, dan masa depan ekonomi yang lebih cerah. (aj)