MEDIA CAHAYA BARU – Sejumlah wilayah di Indonesia diguncang gempa bumi dalam rentang waktu berdekatan sejak Kamis (29/1/2026) dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya lima kejadian gempa dengan magnitudo bervariasi yang terjadi di Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, hingga Maluku Utara.
BMKG menegaskan, seluruh informasi gempa yang disampaikan bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data lanjutan.
Gempa pertama terjadi di wilayah barat daya Cilacap, Jawa Tengah, sekitar pukul 00.24 WIB. Berdasarkan rilis BMKG, gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 3,0.
Pusat gempa berada di koordinat 8,51 Lintang Selatan dan 108,80 Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer barat daya Cilacap, dengan kedalaman 41 kilometer.
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
Tak berselang lama, gempa bumi kembali tercatat di wilayah barat laut Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 01.10 WIB. Gempa ini berkekuatan magnitudo 3,7.
BMKG menyebut pusat gempa berada di 4,40 Lintang Utara dan 126,44 Bujur Timur, tepatnya 51 kilometer barat laut Melonguane, dengan kedalaman mencapai 82 kilometer.
Aktivitas seismik berlanjut di wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada pukul 01.30 WIB.
Gempa yang terjadi memiliki kekuatan cukup terasa, yakni magnitudo 4,7.
Pusat gempa berada di koordinat 8,65 Lintang Selatan dan 118,37 Bujur Timur, atau sekitar 16 kilometer barat daya Dompu, dengan kedalaman 110 kilometer.
BMKG belum melaporkan adanya potensi tsunami dari kejadian ini.
Gempa berikutnya tercatat mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, pada pukul 02.45 WIB. Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4,3.
Lokasi gempa berada di 6,19 Lintang Utara dan 123,81 Bujur Timur, atau sekitar 342 kilometer barat laut Tahuna, dengan kedalaman 51 kilometer.
Gempa terakhir terjadi di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, sekitar pukul 03.07 WIB. BMKG mencatat gempa ini berkekuatan magnitudo 3,8.
Pusat gempa berada di koordinat 2,43 Lintang Utara dan 126,95 Bujur Timur, dengan jarak sekitar 138 kilometer dari Halmahera Barat dan kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.
BMKG menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Warga juga diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa bumi. (Red)

























