Beranda Infotaiment PIG Geopark Bojonegoro Resmi Dibuka, Siap Jadi Rujukan Geologi Dunia

PIG Geopark Bojonegoro Resmi Dibuka, Siap Jadi Rujukan Geologi Dunia

IMG 20260120 WA0034

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi meluncurkan Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Selasa (20/1/2026).

Peresmian ini menjadi langkah strategis sekaligus penegasan komitmen Bojonegoro dalam upaya meraih status UNESCO Global Geopark (UGGp).

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan rasa bangga atas kekayaan warisan geologi yang dimiliki daerahnya.

Menurutnya, Bojonegoro memiliki potensi luar biasa, terutama keberadaan sumur-sumur tua yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki makna penting dari sisi geologi dunia.

“Kita memiliki warisan yang sangat berharga. Ini bukan hanya soal kekayaan alam, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga dan mengelolanya secara bijaksana,” ujar Bupati Setyo Wahono.

Ia berharap keberadaan Pusat Informasi Geologi ini dapat menjadi pusat kajian akademik yang diakui secara internasional dan menjadi rujukan keilmuan geologi dunia.

Melalui kolaborasi erat antara Pemkab Bojonegoro, Kementerian ESDM, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bojonegoro optimistis dapat mewujudkan target sebagai UNESCO Global Geopark.

“PIG Geopark Bojonegoro adalah simbol komitmen kami untuk terus maju, menjaga warisan bagi generasi mendatang, dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Welly Fritama, menegaskan bahwa Bojonegoro saat ini menjadi representasi Indonesia dalam upaya menembus UGGp tahun 2026.

Ia berharap seluruh kementerian dan pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan penuh.

Welly memaparkan bahwa Geopark Bojonegoro memiliki kekayaan luar biasa berupa 31 situs keanekaragaman, yang terdiri dari 20 Geodiversity Site, 3 Biodiversity Site, dan 8 Cultural Site.

Bahkan, pada tahun 2025, terdapat penambahan lima situs geologi baru, yakni Formasi Bulu Beji, Geoarkeologi Matar, Batu Gamping Kokina, Formasi Lidah Bareng, dan Formasi Kalibeng Sambung Rejo.

Gedung PIG Geopark Bojonegoro sendiri berdiri di atas lahan milik Pemkab Bojonegoro seluas 965,64 meter persegi, dengan luas bangunan utama mencapai 644 meter persegi yang terdiri dari dua lantai.

Fasilitas ini dirancang sebagai pusat penyedia informasi ilmiah terkait keunikan geologi Bojonegoro, mulai dari struktur batuan, fosil, hingga fenomena tenaga alam yang menjadi bagian dari warisan geologi nasional.

“Gedung PIG ini tidak hanya mendukung riset dan pendidikan bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pengembangan geowisata edukatif yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelas Welly.

Dari pihak Kementerian ESDM, Asep Kurnia Permana menegaskan bahwa Geopark Nasional Bojonegoro memiliki posisi strategis dengan keunikan warisan biologi, sejarah tektonik, serta keterkaitannya dengan budaya masyarakat lokal.

“Bojonegoro sangat layak untuk terus dikembangkan dan dipromosikan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung global,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Vice President of UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo.

Dirinya menilai status Geopark Nasional Bojonegoro sudah berada pada level yang tinggi. Bahkan, kawasan Wonocolo disebutnya sebagai satu-satunya lokasi di dunia yang memiliki hubungan erat antara sumber petroleum dan kehidupan manusia.

“Di Wonocolo terdapat lebih dari 700 sumur minyak, dan sebagian besar masih aktif. Fenomena seperti ini sudah tidak ditemukan di tempat lain di dunia,” ungkap Prof. Ibrahim Komoo.

Acara peresmian Gedung PIG Geopark Bojonegoro turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo, Anggota Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI) Hanang Samodra, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, perwakilan Kementerian ESDM, serta perwakilan Gubernur Jawa Timur.

Hadir pula General Manager Badan Pengelola Geopark Bojonegoro, jajaran kepala OPD Pemkab Bojonegoro, akademisi dan pakar geologi, tokoh masyarakat, pegiat pariwisata, hingga perwakilan komunitas lokal kawasan geopark.

Peresmian ini menjadi tonggak penting perjalanan Bojonegoro menuju pengakuan geopark kelas dunia. (aj)