Beranda Infotaiment Gempa Terjadi di Jawa Timur hingga Papua, BMKG Keluarkan Peringatan

Gempa Terjadi di Jawa Timur hingga Papua, BMKG Keluarkan Peringatan

IMG 20260118 WA0002

MEDIA CAHAYA BARU – Aktivitas seismik kembali mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah berbeda, mulai dari Pacitan (Jawa Timur), Keerom (Papua), hingga Pohuwato (Gorontalo).

BMKG memastikan seluruh informasi gempa disampaikan secara cepat sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat, sembari menegaskan bahwa data masih dapat berubah seiring proses pemutakhiran.

Gempa pertama terjadi di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada pukul 08.27.23 WIB. Berdasarkan rilis resmi BMKG, gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,0.

Pusat gempa terdeteksi berada pada koordinat 10,94 Lintang Selatan (LS) dan 111,61 Bujur Timur (BT), atau sekitar 311 kilometer tenggara Pacitan.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer, yang tergolong sebagai gempa dangkal.

BMKG menyampaikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap dihimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan lebih besar mengguncang wilayah tenggara Keerom, Papua, pada pukul 05.07.33 WIB.

Gempa ini tercatat memiliki magnitudo 5,4, sehingga menjadi gempa terkuat yang terjadi pada hari tersebut.

BMKG mencatat pusat gempa berada di koordinat 4,40 LS dan 144,02 BT, atau sekitar 380 kilometer tenggara Keerom.

Gempa terjadi di kedalaman 114 kilometer, yang tergolong sebagai gempa menengah.

Meski kekuatannya cukup signifikan, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

Gempa lainnya terjadi di wilayah Pohuwato, Gorontalo, pada pukul 04.42.45 WIB. Gempa ini tercatat memiliki magnitudo 3,4.

Lokasi gempa berada di koordinat 0,44 Lintang Utara (LU) dan 121,97 Bujur Timur (BT) atau sekitar 3 kilometer tenggara Pohuwato, dengan kedalaman 124 kilometer.

BMKG menilai gempa ini berskala kecil dan umumnya hanya dirasakan lemah oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.

BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi terpercaya.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangannya yang dikutip dari akun resmi X (Twitter).

BMKG juga menghimbau masyarakat di wilayah rawan gempa untuk memastikan bangunan dalam kondisi aman serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana sebagai upaya mengurangi risiko saat terjadi gempa bumi. (Red)