BOJONEGORO – Upaya membangun hubungan yang hangat dan terbuka dengan masyarakat terus dilakukan Polsek Kapas, Polres Bojonegoro.
Salah satunya melalui program komunikasi publik “Sapa Pagi”, yang kembali digelar di kawasan pertigaan Proliman, Desa Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kapas, AKP Sudarsono, S.H., M.M., bersama jajaran personel.
Sejak pagi, para anggota kepolisian tampak menyapa pengendara dan pejalan kaki yang melintas dengan senyum, sapaan ramah, hingga jabat tangan sebagai simbol kedekatan.
Tak sekedar menyapa, petugas juga menyampaikan himbauan singkat namun penting, terutama terkait keselamatan berlalu lintas dan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan sekitar.
AKP Sudarsono menegaskan bahwa Sapa Pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana membangun komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat.
“Melalui Sapa Pagi, kami ingin hadir lebih dekat dengan warga. Dengan komunikasi langsung seperti ini, pesan-pesan kecil tentang keselamatan berkendara dan keamanan lingkungan bisa tersampaikan dengan lebih efektif,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara demi mencegah kecelakaan.
Respon masyarakat pun sangat positif. Banyak warga yang menyambut dengan antusias, berhenti sejenak untuk bersalaman, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen bersama Kapolsek dan anggotanya.
Salah seorang warga, Dani, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi secara langsung di tengah masyarakat membuat warga merasa lebih dekat dan nyaman.
“Kegiatan seperti ini bagus sekali. Jadi kami tahu langsung siapa Kapolsek dan anggotanya. Kalau ada masalah, kami tidak sungkan datang ke kantor polisi,” ujarnya.
Program Sapa Pagi sendiri merupakan agenda rutin Polsek Kapas yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai titik strategis.
Melalui pendekatan humanis dan dialogis, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat konsep policing based on community atau pengamanan berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. (aj)

























