Beranda TNI/POLRI Luapan Bengawan Jero Rendam 9 Desa, Polres Lamongan Fokus Evakuasi Warga

Luapan Bengawan Jero Rendam 9 Desa, Polres Lamongan Fokus Evakuasi Warga

IMG 20260113 WA0026

LAMONGAN – Polres Lamongan bergerak cepat menyikapi banjir yang kembali melanda wilayah Kecamatan Kalitengah.

Luapan Sungai Bengawan Jero menyebabkan genangan air setinggi hingga 70 sentimeter di sejumlah desa, Selasa (13/1/2026).

Meningkatnya debit air dalam beberapa hari terakhir membuat aparat kepolisian meningkatkan status kewaspadaan dan mempercepat langkah penanganan di lapangan.

Sejumlah permukiman warga, fasilitas umum, hingga tambak milik masyarakat terdampak banjir tersebut.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, menyampaikan bahwa setidaknya sembilan desa di Kecamatan Kalitengah terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir mengakibatkan aktivitas warga terganggu dan beberapa akses jalan tidak dapat dilalui.

“Situasi ini membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi. Polres Lamongan bersama unsur terkait hadir di lapangan untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi,” ungkap IPDA Hamzaid.

Sebagai langkah tanggap darurat, Polres Lamongan mendirikan Posko Siaga Bencana di depan Kantor Kecamatan Kalitengah.

Posko ini menjadi pusat koordinasi penanganan banjir sekaligus tempat pemantauan perkembangan situasi.

Sebanyak 1 SST atau 35 personel gabungan dari Sat Samapta, Sat Polairud, dan Polsek Kalitengah dikerahkan penuh untuk mendukung operasi kemanusiaan.

Personel disiagakan di titik-titik rawan genangan guna mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat.

Tak hanya mengerahkan personel, Polres Lamongan juga menyiapkan perlengkapan evakuasi secara maksimal.

Berbagai sarana pendukung ditempatkan di lokasi strategis, mulai dari truk angkut personel, mobil patroli, perahu karet, hingga perahu LCR bermesin.

Peralatan keselamatan seperti rompi pelampung, life jacket, ring buoy, dayung, dan sepatu boot juga disiapkan untuk menjamin keamanan petugas maupun warga saat proses evakuasi berlangsung.

IPDA Hamzaid menambahkan, truk personel akan difungsikan untuk membantu mobilitas warga, termasuk antar jemput pelajar, selama kondisi jalan masih memungkinkan dilalui kendaraan.

Namun, apabila ketinggian air terus meningkat, seluruh aktivitas evakuasi akan dialihkan menggunakan perahu karet yang telah disiagakan oleh Sat Polairud.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Semua langkah yang diambil disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Kesiapsiagaan Polres Lamongan dalam menghadapi bencana banjir ini menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Melalui posko siaga dan personel yang berjaga selama 24 jam, Polri berupaya memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi warga terdampak.

“Ini merupakan bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami hadir untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman, terutama saat warga sedang menghadapi musibah banjir,” pungkas IPDA Hamzaid. (as)