Beranda Infotaiment BMKG Catat Gempa Beruntun, Maluku Utara hingga Jember Ikut Diguncang

BMKG Catat Gempa Beruntun, Maluku Utara hingga Jember Ikut Diguncang

IMG 20260113 WA0003

MEDIA CAHAYA BARU – Aktivitas gempa bumi kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (12/1/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya empat gempa bumi berkekuatan ringan hingga sedang yang mengguncang Maluku Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Jawa Timur dalam kurun waktu yang berdekatan.

Gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun tetap menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas seismik di wilayah rawan gempa.

BMKG melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah barat laut Daruba, Maluku Utara, pada pukul 03.09.50 WIB.

Gempa berlokasi di 3,11 Lintang Utara dan 127,74 Bujur Timur, dengan pusat gempa berada sekitar 133 kilometer barat laut Daruba. Gempa ini terjadi pada kedalaman 94 kilometer.

Gempa lainnya tercatat terjadi di wilayah tenggara Boven Digoel, Papua, dengan kekuatan magnitudo 3,3.

BMKG menyebut gempa terjadi pada pukul 00.44.32 WIB, berlokasi di 6,64 Lintang Selatan dan 140,72 Bujur Timur.

Pusat gempa berada sekitar 108 kilometer tenggara Boven Digoel, dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.

Wilayah tenggara Ende, NTT, juga diguncang gempa bermagnitudo 3,8 pada pukul 05.24.08 WIB.

Lokasi gempa berada di 9,68 Lintang Selatan dan 121,86 Bujur Timur, sekitar 95 kilometer tenggara Ende.

BMKG mencatat gempa ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Sementara itu, gempa bermagnitudo 3,5 mengguncang wilayah barat daya Jember, Jawa Timur, sekitar pukul 03.50.23 WIB.

Gempa berlokasi di 9,96 Lintang Selatan dan 113,19 Bujur Timur, dengan pusat gempa sekitar 202 kilometer barat daya Jember, dan kedalaman 5 kilometer.

BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang dirilis bersifat sementara dan mengutamakan kecepatan. Data dapat berubah seiring kelengkapan hasil analisis lanjutan.

Masyarakat dihimbau tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum jelas sumbernya, serta terus mengikuti pembaruan resmi dari BMKG. (Red)