Beranda Infotaiment PMI Bojonegoro Siapkan Relawan Lokal, Ini Strateginya

PMI Bojonegoro Siapkan Relawan Lokal, Ini Strateginya

IMG 20260111 WA0018

BOJONEGORO – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur melalui PMI Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kelembagaan dan kualitas layanan kemanusiaan dengan menggelar Program SIAP SIAGA Fase II.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Australian Red Cross serta Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia sebagai mitra strategis internasional.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai 8 hingga 14 Januari 2026 tersebut diawali dengan Pelatihan Dasar Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Berbasis Masyarakat yang melibatkan 50 peserta dari dua desa rawan bencana, yakni Desa Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk, dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen.

Pelibatan warga secara langsung menjadi kunci utama dalam membangun ketangguhan komunitas menghadapi potensi bencana.

Koordinator Program SIAP SIAGA Fase II, Wahyu Theo Alfian, yang juga menjabat sebagai Kasubsi Yankessos dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan PMI saat Tanggap Darurat Bencana (TDB).

Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada respons darurat semata, tetapi juga mengedepankan cara kerja yang mampu mengatasi akar penyebab risiko, termasuk potensi kekerasan, diskriminasi, dan pengucilan dalam situasi kebencanaan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Melalui pelatihan berbasis masyarakat ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana yang komprehensif, mulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, pemulihan dini, hingga penguatan program layanan kemanusiaan lainnya,” terang Wahyu.

Ia menambahkan, pelibatan masyarakat sejak tahap awal diharapkan mampu menciptakan jejaring relawan lokal yang siap bergerak cepat dan tepat ketika bencana terjadi.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ahmad Hernowo, yang diwakili oleh Bendahara PMI Nova Nevilla Rodhi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IFRC, PMI Pusat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan ini mampu menjadi penanggung jawab pelaksanaan standar minimum layanan berkualitas, baik saat TDB maupun pada fase pasca bencana di wilayah masing-masing,” ungkap Nova.

Dengan adanya Program SIAP SIAGA Fase II ini, PMI Bojonegoro optimistis kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana akan semakin kuat, sekaligus memperkuat peran PMI sebagai garda terdepan layanan kemanusiaan yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan. (aj)