Beranda Infotaiment Cuaca Tak Menentu, BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor

Cuaca Tak Menentu, BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor

IMG 20260110 WA0022

MEDIA CAHAYA BARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang patut menjadi perhatian serius masyarakat Indonesia.

Pada periode 9 hingga 15 Januari 2026, sejumlah wilayah diprediksi berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas harian hingga memicu bencana hidrometeorologi.

BMKG menjelaskan, meningkatnya dinamika atmosfer dipicu oleh menguatnya monsun Asia, kemunculan pusat tekanan rendah, serta kenaikan suhu muka laut di beberapa perairan Indonesia.

Kombinasi faktor tersebut mendorong pertumbuhan awan konvektif secara masif, yang berpotensi memicu hujan deras dalam waktu singkat namun berintensitas tinggi.

“Cuaca dalam sepekan ke depan berpotensi berubah dengan cepat. Hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di berbagai wilayah, disertai angin kencang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak lengah,” demikian pernyataan BMKG dalam rilis resminya.

BMKG mencatat sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut, antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara dan Papua Selatan.

Hujan diperkirakan dominan terjadi mulai siang hingga malam hari, sementara peningkatan kecepatan angin berpotensi memicu gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan.

Tak hanya hujan lebat, angin kencang menjadi salah satu fenomena cuaca yang patut diwaspadai.

BMKG memantau adanya peningkatan kecepatan angin yang berisiko mengganggu pelayaran, transportasi darat, serta keselamatan warga, khususnya di daerah dengan banyak pepohonan atau bangunan rentan.

Wilayah pesisir juga diminta lebih berhati-hati terhadap potensi gelombang besar yang dapat membahayakan nelayan dan kapal kecil.

Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak di lapangan, di antaranya banjir dan genangan di wilayah dataran rendah, tanah longsor di daerah perbukitan dan lereng, pohon tumbang serta tiang listrik roboh, penurunan jarak pandang saat hujan deras, gangguan aktivitas transportasi dan mobilitas warga.

BMKG juga menegaskan bahwa kondisi cuaca dapat berubah dalam hitungan jam, sehingga masyarakat dihimbau untuk terus memantau pembaruan informasi resmi.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengajak masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG, menghindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, membersihkan saluran air di lingkungan sekitar, mengamankan barang-barang ringan di luar rumah, waspada saat melintasi wilayah rawan banjir dan longsor.

Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia agar lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem. (Red)