LAMONGAN – Kepedulian terhadap keselamatan warga kembali ditunjukkan aparat kewilayahan di Kecamatan Turi. Babinsa Koramil 0812/03 Turi, Koptu Zainuri, bersama Bhabinkamtibmas dan warga Dusun Kepudiwetan, Desa Kepudibener, bergerak cepat melakukan langkah antisipasi dengan memasang pembatas jalan berupa garis porselen di jalur yang rawan kecelakaan akibat genangan air pasca banjir, Sabtu (10/1/2026).
Pemasangan pembatas ini dilakukan secara gotong royong di sepanjang 1.245 meter sisi jalan desa yang berbatasan langsung dengan area pertambakan.
Lokasi tersebut selama ini dikenal rawan karena tidak memiliki pembatas fisik yang jelas antara badan jalan beton dan lahan tambak.
Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Kali Plalangan meluap, sehingga merendam sebagian wilayah Dusun Kepudiwetan.
Ketinggian air yang mencapai sekitar 40 sentimeter membuat kondisi jalan semakin licin dan berisiko, terutama pada malam hari saat jarak pandang pengendara terbatas.
Minimnya marka atau pembatas jalan kerap membuat pengendara kebingungan menentukan jalur aman.
Tak jarang, kendaraan harus melaju sangat pelan karena khawatir tergelincir atau terperosok ke area tambak.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga dan menjadi salah satu keluhan utama yang diterima Babinsa.
Koptu Zainuri menjelaskan, pemasangan garis porselen ini merupakan solusi sederhana namun efektif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Pembatas ini berfungsi sebagai penanda visual agar pengendara bisa melihat batas jalan dengan jelas, terutama saat banjir atau cuaca buruk. Tujuan kami sederhana, yakni menekan risiko kecelakaan dan memastikan warga bisa beraktivitas dengan aman,” tegasnya.
Tidak berhenti di lapangan, Koramil 0812/03 Turi juga melakukan koordinasi lintas sektor dengan Muspika Kecamatan Turi serta BPBD Kabupaten Lamongan.
Koordinasi ini bertujuan menyusun langkah antisipatif yang lebih komprehensif menghadapi potensi bencana, khususnya banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Beberapa fokus pembahasan dalam koordinasi itu meliputi pemetaan titik-titik rawan banjir, perencanaan perbaikan dan pemeliharaan jalan, serta peningkatan sarana keselamatan bagi masyarakat.
Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Langkah cepat Babinsa dan aparat terkait mendapat respons positif dari warga setempat.
Joko, salah satu tokoh masyarakat Dusun Kepudiwetan, mengaku bersyukur atas kehadiran aparat yang turun langsung membantu warga.
“Kami merasa lebih aman dan diperhatikan. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menunjukkan bahwa keselamatan warga benar-benar menjadi prioritas. Ini sangat membantu, terutama di musim hujan seperti sekarang,” ungkapnya.
Dengan terpasangnya pembatas jalan tersebut, warga berharap arus lalu lintas di desa kembali lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. (as)

























