Beranda Daerah 23 Desa di Bojonegoro Kini Punya Cadangan Air Raksasa

23 Desa di Bojonegoro Kini Punya Cadangan Air Raksasa

IMG 20260107 WA0000

BOJONEGORO – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Bojonegoro. Sebanyak 23 embung di berbagai desa pelosok kini kembali berfungsi optimal setelah proses normalisasi atau pengerukan rampung 100 persen.

Keberadaan embung-embung ini menjadi harapan baru bagi petani dan peternak dalam menghadapi musim kemarau yang kerap memicu krisis air.

Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Bungku Susilowati, menjelaskan bahwa normalisasi dilakukan untuk mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi lumpur yang selama ini mengurangi kapasitas tampungan air.

“Banyak embung sebelumnya hanya menjadi kubangan dangkal dan cepat kering. Setelah dilakukan pengerukan, kapasitas tampungannya meningkat signifikan sehingga mampu menahan air hujan lebih lama,” terang Bungku.

Ia mencontohkan Embung Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, yang kini mampu menampung air hingga 19 ribu meter kubik, jauh lebih besar dibandingkan sebelum dinormalisasi.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah lokasi lain, bahkan ada embung dengan volume tampungan mencapai 60 ribu meter kubik.

Normalisasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan air dan ketahanan pangan desa, khususnya bagi wilayah yang jauh dari jaringan irigasi teknis.

Dengan ketersediaan air yang lebih dekat, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hujan atau pasokan air dari jarak jauh.

“Harapannya, pemerataan normalisasi embung ini membuat petani lebih tenang saat memasuki musim tanam. Air tersedia, sawah tetap produktif, ternak juga tercukupi,” tambah Bungku.

Secara keseluruhan, 23 desa kini memiliki embung dengan kondisi prima, siap dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian, kebutuhan ternak, hingga cadangan air desa.

Program ini juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal dan keberlanjutan pertanian di Bojonegoro. (aj)

 

Daftar 23 Lokasi Normalisasi Embung Yang 100 Persen Rampung

1. Desa Pajeng, Gondang – 19.146 m³
2. Desa Sumberwangi, Kanor – 6.900 m³
3. Desa Duwel, Kedungadem – 10.919 m³
4. Desa Sumbergede, Kepohbaru – 2.500 m³
5. Desa Kedungadem (Tahap I) – 624 m³
6. Desa Teleng, Sumberrejo – 3.600 m³
7. Desa Wotan, Sumberrejo (Lokasi 1) – 4.455 m³
8. Desa Wotan, Sumberrejo (Lokasi 2) – 29.300 m³
9. Desa Gading, Tambakrejo – 11.000 m³
10. Desa Megale, Kedungadem – 11.500 m³
11. Desa Tlogohaji, Sumberrejo – 6.200 m³
12. Desa Klino, Sekar – 4.755 m³
13. Desa Bobol, Sekar (5 lokasi) – masing-masing 1.000 m³
14. Desa Sendangrejo, Tambakrejo (2 lokasi) – 9.600 m³ dan 5.586 m³
15. Desa Wotan, Sumberrejo (3 Lokasi) – 60.000 m³
16. Desa Katur, Gayam – 7.500 m³
17. Desa Kanten, Trucuk – 12.750 m³
18. Desa Kedungadem (Tahap II) – 6.000 m³.
19.