Beranda Daerah Gubernur Khofifah Terpukau GUS Gresik, Ruang Damarkurung Jadi Sorotan

Gubernur Khofifah Terpukau GUS Gresik, Ruang Damarkurung Jadi Sorotan

IMG 20260105 WA0003

GRESIK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menunjukkan komitmen nyata terhadap transportasi publik sekaligus pengembangan wisata edukasi.

Keduanya memilih naik Bus Trans Jatim saat mengunjungi Gresik Universal Science (GUS), Minggu (4/1/2026).

Didampingi keluarga, rombongan berangkat dari Terminal Bunder menuju kawasan Islamic Center Gresik.

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini simbol dukungan terhadap transportasi massal ramah lingkungan dan destinasi wisata berbasis literasi digital.

GUS sendiri telah resmi dikenalkan ke publik melalui soft launching pada 24 Desember 2025 lalu, bertepatan dengan libur panjang pelajar.

Sejak dibuka, wisata edukasi ini langsung menyedot perhatian. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah, mulai dari pelajar hingga keluarga, tercatat telah memadati lokasi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa GUS dirancang sebagai ruang belajar yang mengajak pengunjung menikmati literasi secara santai dan mendalam.

Ia menghimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat menjelajahi setiap ruangan.

“Tidak perlu tergesa-gesa. Idealnya tiap ruang dinikmati sekitar 10 menit, supaya pesan sejarah dan budaya Gresik bisa benar-benar terserap,” tutur Bupati Yani.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa wisata edukasi yang mengangkat budaya dan sejarah lokal masih sangat diminati.

Kehadiran GUS diharapkan menjadi alternatif wisata keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas daerah.

Sementara itu, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas inovasi menghadirkan wisata literasi digital yang komprehensif.

Dia menilai GUS mampu menampilkan potensi daerah secara utuh, mulai dari budaya, kehidupan sosial, hingga ekonomi masyarakat di setiap kecamatan.

“Yang ditampilkan sangat lengkap. Ini bisa menjadi rujukan daerah lain dalam memperkenalkan sejarah dan budaya lokal dengan cara yang modern,” ungkap Khofifah.

Dirinya juga menekankan pentingnya peran GUS dalam meningkatkan literasi masyarakat melalui pendekatan audio visual.

Menurutnya, strategi ini sangat relevan dengan kebiasaan generasi saat ini yang cenderung lebih menyukai konten visual dan audio.

“Dengan integrasi audio visual, masyarakat tetap mendapatkan pengetahuan tanpa merasa digurui. Ini cara cerdas meningkatkan literasi,” tambahnya.

Salah satu area yang paling menyita perhatian Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari.

Instalasi tersebut dinilai bukan hanya indah secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan filosofi budaya Gresik.

“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Saya berharap bisa memantik lahirnya generasi muda penerus Mbah Masmundari,” ujarnya.

Dari sisi akses, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat strategis karena terintegrasi langsung dengan rute Bus Trans Jatim.

Konektivitas ini menjadikan GUS sebagai destinasi wisata edukasi yang mudah dijangkau, inklusif, dan ramah bagi semua kalangan. (as)