Beranda Daerah Gerbang Bojonegoro Dipercantik, Ini Lokasi Taman di Lima Perbatasan Strategis

Gerbang Bojonegoro Dipercantik, Ini Lokasi Taman di Lima Perbatasan Strategis

IMG 20260104 WA0017

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercantik wajah daerah sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan lima taman perbatasan di titik-titik masuk kabupaten yang berbatasan langsung dengan daerah tetangga.

Lima taman ini dirancang bukan hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem.

Keberadaannya diharapkan menjadi simbol keramahan Bojonegoro bagi setiap orang yang datang, sekaligus mempertegas identitas daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, pembangunan taman perbatasan memiliki makna lebih dari sekadar memperindah wilayah.

Menurutnya, taman-taman tersebut adalah representasi wajah Bojonegoro yang ramah, tertata, dan peduli lingkungan.

“Pembangunan taman perbatasan ini tidak hanya soal keindahan, tetapi juga simbol bagaimana Bojonegoro menyambut tamu dengan wajah yang hijau, nyaman, dan berkesan,” ujar Setyo Wahono, Jumat (2/1/2025).

Selain mempercantik gerbang masuk kabupaten, proyek ini juga bertujuan menambah luasan RTH, melalui penanaman pohon dan pengelolaan ruang hijau yang berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Adapun lima lokasi taman perbatasan yang akan dibangun Pemkab Bojonegoro meliputi, Taman Perbatasan Gondang – Nganjuk, Taman Perbatasan Margomulyo – Ngawi, Taman Perbatasan Kedungadem – Lamongan, Taman Perbatasan Padangan – Cepu, Taman Perbatasan Baureno – Babat.

Bupati Setyo Wahono juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan serta fasilitas taman yang nantinya dibangun.

“Mari kita rawat bersama. Dengan taman yang bersih dan terjaga, kita tunjukkan bahwa Bojonegoro adalah kabupaten yang indah dan membanggakan,” pungkasnya.

Dengan hadirnya lima taman perbatasan ini, Bojonegoro diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga sebagai kabupaten yang peduli lingkungan, ramah bagi pendatang, dan nyaman bagi warganya. (aj)