Beranda Daerah Detik-Detik Menegangkan Perahu Karet Antar Bantuan ke Desa Pasir Gayo Lues

Detik-Detik Menegangkan Perahu Karet Antar Bantuan ke Desa Pasir Gayo Lues

IMG 20251228 WA0011

GAYO LUES – Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera, penderitaan warga belum sepenuhnya berakhir.

Hingga kini, beberapa daerah masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus dan belum dapat dilalui kendaraan.

Terjangan banjir yang disertai longsor memutus jalur utama penghubung antar wilayah.

Untuk menjangkau lokasi terdampak, warga dan relawan terpaksa menempuh jalur memutar yang jauh, melewati medan ekstrem, bahkan mengandalkan jalur udara.

Salah satu wilayah yang masih kesulitan akses adalah Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, khususnya Desa Pasir.

Aksi gotong royong warga Desa Pasir bersama relawan belakangan viral di media sosial.

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @etnisgayo pada Sabtu, 27 Desember 2025, memperlihatkan perjuangan pengiriman bantuan logistik yang harus menyeberangi sungai berarus deras.

Dalam rekaman tersebut, tampak relawan dan warga bekerja sama mengangkut bantuan menggunakan perahu karet.

Sungai yang dilewati terlihat cukup lebar dengan arus yang kuat, sehingga proses penyeberangan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Perahu karet diisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, terpal, dan logistik lainnya, yang sangat dibutuhkan warga di Desa Pasir.

Bahkan, saat berada di tengah sungai, perahu sempat nyaris hanyut akibat kuatnya arus air.

Tak hanya distribusi logistik, perjuangan mencapai Desa Pasir juga dialami oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Upaya tersebut diabadikan dalam dokumentasi resmi saat tim medis harus meniti jembatan tali darurat demi memberikan layanan kesehatan kepada warga.

Jembatan tali tersebut menjadi satu-satunya penghubung antara Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir, setelah akses utama hancur diterjang banjir bandang.

Kondisi jembatan yang minim pengaman membuat setiap langkah menjadi sangat berisiko.

Masih sulitnya penyaluran bantuan di sejumlah wilayah membuat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memutuskan memperpanjang status tanggap darurat.

Perpanjangan ini berlaku mulai 22 hingga 31 Desember 2025, guna mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya penambahan korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir di Sumatera.

Tercatat dua korban meninggal dunia tambahan di wilayah Aceh dan Sumatera Barat.

Hingga 26 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat banjir di Sumatera mencapai 1.137 orang, sementara 163 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Adapun jumlah warga terdampak yang mengungsi di tiga provinsi mencapai 457.255 jiwa. (Red)