Beranda Infotaiment Malam Mingguan di Alun-Alun Gresik: Berburu Martabak Usus Sambil Menikmati City Light...

Malam Mingguan di Alun-Alun Gresik: Berburu Martabak Usus Sambil Menikmati City Light Kota Santri

IMG 20251223 WA0046

GRESIK – Jika Anda berkunjung ke Jawa Timur, tak lengkap rasanya jika belum menginjakkan kaki di jantung Kota Santri Alun-Alun Gresik.

Ruang terbuka hijau (RTH) yang ikonik ini kini tampil lebih modern pasca renovasi 2019, namun tetap mempertahankan napas religius yang menjadi jati dirinya.

Terletak strategis di Jalan KH. Wachid Hasyim, Alun-Alun Gresik bukan hanya sekedar taman kota, melainkan pusat denyut nadi kehidupan warga setempat.

Bagi para sport enthusiast, Alun-Alun Gresik menawarkan area jogging yang asri di bawah rindangnya ratusan pepohonan.

Namun, daya tarik utamanya justru muncul saat matahari terbenam.

Pasar kaget dan deretan Pedagang Kaki Lima (PKL) akan menyapa Anda dengan aroma menggoda.

Mulai dari Nasi Krawu yang melegenda hingga camilan unik Martabak Usus, semuanya tersedia di sini.

Menikmati kuliner khas Gresik di bawah temaram lampu taman adalah pengalaman yang wajib Anda coba saat akhir pekan.

Secara historis, Alun-Alun Gresik dirancang dengan pakem tata kota Jawa kuno yang sarat makna.

Ada “poros keramat” di sini, Barat: Berdiri megah Masjid Jami’ sebagai simbol spiritualitas. Selatan: Pendopo (Gedung DPRD) tempat pemimpin mengabdi. Utara: Pasar sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Tata letak ini melambangkan kekuasaan yang harus membawa kemakmuran bagi warganya.

Meski sempat direncanakan menjadi Islamic Center, renovasi terbaru justru mempercantik fungsinya sebagai ruang publik yang inklusif namun tetap bernuansa Islami.

Lokasinya yang berdekatan dengan Makam Maulana Malik Ibrahim menjadikannya titik transit favorit para peziarah.

Setelah berwisata religi, pengunjung biasanya melepas penat di Alun-Alun sembari berfoto di spot-spot estetik yang tersedia.

Destinasi ini hanya berjarak sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan dari Kota Surabaya.

Anda bisa memilih menggunakan kereta api (turun di Stasiun Indro) atau naik bus menuju Terminal Bunder, lalu melanjutkan dengan angkutan lokal atau transportasi online. (Red)