GRESIK – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik berlangsung istimewa karena bertepatan dengan momentum Hari Ibu.
Mengusung tema “Cantik Berbudaya, Anggun, Berkarakter”, acara digelar meriah di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, yang juga menjabat sebagai Pembina GOW Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Wabup Alif menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah GOW yang selama puluhan tahun konsisten menjadi rumah besar bagi berbagai organisasi wanita di Gresik.
Menurutnya, GOW memiliki peran strategis sebagai ruang kebersamaan yang memperkuat solidaritas dan kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.
“GOW telah menjadi wadah pemersatu organisasi wanita di Kabupaten Gresik. Kami tidak pernah membeda-bedakan antar organisasi, dan peran kebersamaan ini harus terus diperkuat,” ujar Wabup Alif.
Lebih lanjut, ia menekankan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan GOW tidak hanya berhenti pada aspek seremonial, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Saya berharap setiap program GOW memiliki luaran yang jelas, memberi manfaat konkret, dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Wabup Alif juga mengingatkan pentingnya keselarasan antara program GOW dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dia menilai sinergi antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan.
“Setiap langkah dan program GOW harus sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Gresik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Gresik, Shinta Puspitasari Asluchul Alif, menyampaikan bahwa perjalanan GOW selama 61 tahun merupakan hasil dari dedikasi dan pengabdian perempuan Gresik dari berbagai latar belakang organisasi.
Dirinya menyebut peringatan HUT ke-61 ini sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“GOW dibentuk untuk bersinergi dengan pembangunan Kabupaten Gresik. Melalui berbagai program, kami berupaya menghadirkan perempuan yang aktif, berdaya, dan berkarakter,” ungkap Shinta.
Sebagai penutup rangkaian acara, digelar peragaan busana kebaya yang diikuti oleh 40 peserta perwakilan dari seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Gresik.
Beragam kreasi kebaya ditampilkan, mencerminkan keanggunan perempuan sekaligus kecintaan terhadap budaya bangsa.
Menurut Shinta, peragaan kebaya tersebut bukan sekadar ajang estetika, melainkan sarat pesan nilai dan makna.
“Peragaan kebaya ini menjadi pengingat akan keanggunan, kekuatan, serta peran perempuan dalam menjaga budaya dan nilai-nilai keluarga,” pungkasnya. (as)

























