CIREBON — Kesedihan mendalam menyelimuti Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon. Ibunda Suri tercinta dari Sultan Sepuh Kasepuhan, Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih, berpulang ke rahmatullah pada Selasa (23/12/2025).
Kepergian Ibunda Suri menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga besar keraton, tetapi juga bagi masyarakat Cirebon yang selama ini mengenalnya sebagai sosok ibu yang mengayomi, meneduhkan, dan penuh kebijaksanaan.
Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai figur yang lembut dalam bertutur, sederhana dalam bersikap, serta teguh menjaga nilai-nilai luhur budaya Cirebon dan keimanan.
Ia menjadi penopang kekuatan batin keluarga keraton, sekaligus sumber nasihat dan doa yang mengalir tanpa henti.
Wafatnya Ibunda Suri di hari yang mulia menambah makna spiritual atas perjalanan hidup beliau.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, dipenuhi doa-doa tulus dari keluarga, kerabat, para abdi dalem, tokoh adat, ulama, hingga masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan.
Banyak yang mengenang almarhumah sebagai pribadi bersahaja dengan kepedulian sosial tinggi, yang kehadirannya selalu membawa ketenangan bagi siapa pun yang berjumpa.
Nilai-nilai keteladanan yang ditanamkan almarhumah diyakini akan terus hidup dan menjadi warisan moral bagi generasi penerus Kesultanan Cirebon, sekaligus bagian penting dari denyut budaya dan sejarah keraton.
Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih beserta keluarga besar Keraton Kasepuhan menyampaikan terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan yang diberikan.
Pihak keluarga memohon doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadahnya.
Kepergian Ibunda Suri bukan sekadar duka keluarga keraton, melainkan kehilangan figur ibu bangsa yang selama ini menjadi teladan, pengayom, dan penjaga nilai luhur Cirebon.(Red)

























