Beranda Infotaiment Lingkungan Terancam, Bupati Bojonegoro Pilih Vetiver Jadi Solusi

Lingkungan Terancam, Bupati Bojonegoro Pilih Vetiver Jadi Solusi

IMG 20251219 WA0009

BOJONEGORO – Upaya memperkuat mitigasi bencana berbasis lingkungan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Salah satunya dilakukan melalui penanaman rumput vetiver di area spill way Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kamis (18/12/2025).

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono turun langsung bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menanam vetiver yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menahan pergerakan tanah.

Langkah ini menjadi respon atas perubahan kondisi lingkungan di wilayah selatan Bojonegoro yang kian rentan akibat berkurangnya tutupan hutan.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengungkapkan bahwa degradasi lingkungan telah memicu meningkatnya risiko bencana alam, mulai dari longsor hingga banjir bandang.

Karena itu, pendekatan pencegahan berbasis alam dinilai menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan.

“Vetiver ini ibarat tembok hidup. Akarnya bisa menembus tanah hingga kedalaman 5 sampai 7 meter, bahkan lebih. Kekuatan inilah yang membuatnya sangat efektif untuk menahan tanah dan mencegah longsor,” jelas Bupati.

Ia mengapresiasi inisiatif BPBD Bojonegoro yang secara konsisten mendorong penanaman vetiver di titik-titik rawan bencana.

Menurutnya, program ini bukan hanya soal menanam, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan keselamatan masyarakat.

Bupati juga menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga tanaman vetiver yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Program ini harus terus berjalan. Saya mohon kesadaran masyarakat untuk merawat dan menjaga vetiver yang sudah ditanam, karena ini untuk keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Selain penanaman vetiver, Bupati Setyo Wahono turut mengingatkan BPBD agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Pemantauan wilayah rawan bencana dan penguatan sinergi lintas instansi dinilai krusial, terutama di daerah yang kerap dilanda banjir bandang.

Melalui langkah ini, Pemkab Bojonegoro berharap mampu menciptakan perlindungan alami yang efektif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan masyarakat di masa depan. (Pro/aj)