Sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih, terutama desa-desa yang akses jalannya terputus dan belum bisa dilalui kendaraan.
Salah satu desa yang masih terisolasi adalah Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis.
Terbatasnya akses membuat warga harus berjuang ekstra untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Kondisi ini menjadi sorotan setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan warga Bonan Dolok berjalan kaki hingga 10 jam pulang-pergi demi mendapatkan bantuan logistik.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @zaits_bf pada Kamis (18/12/2025), terlihat sekelompok warga menyusuri jalan licin dan berlumpur di tengah cuaca yang belum menentu.
Mereka harus menempuh perjalanan sekitar lima jam sekali jalan dari Sitahuis menuju Sibolga untuk mengambil bahan pangan.
“Meskipun hujan, kami tetap semangat menjemput bahan pokok. Kami berjalan kaki. Sekali jalan perlu lima jam,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Ia menambahkan, perjalanan pulang-pergi dari Sitahuis ke Sibolga bisa memakan waktu hingga 10 jam.
Tak hanya melelahkan, jalur yang dilewati pun penuh risiko. Warga harus menembus hutan karena jalan utama tertutup longsor dan belum bisa dilalui.
Dalam rekaman video yang sama, warga menyampaikan harapan besar agar pemerintah segera turun tangan membuka kembali akses jalan ke desa mereka.
“Tolong lihat kami, bapak dan ibu. Kami di Sitahuis sedang berduka akibat longsor. Bahan makanan di sini sudah tidak ada,” ucap warga dengan nada harap.
“Mohon bantu kami, jalan kami masih tertutup,” lanjutnya.
Keterisolasian ini membuat distribusi bantuan menjadi lambat, sementara kebutuhan logistik warga semakin mendesak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat, hingga Rabu (17/12/2025), bencana banjir dan longsor telah menelan 131 korban jiwa, sementara 41 orang masih dalam proses pencarian.
Jumlah pengungsi mencapai 10.887 jiwa yang tersebar di 12 kecamatan.
Dari sisi aksesibilitas, BPBD menyebutkan dua wilayah telah kembali terbuka, yakni Desa Hudopa Nauli dan Kelurahan Sipange.
Namun, masih ada 8 desa dan kelurahan yang hingga kini terisolasi, yaitu Desa Bonan Dolok, Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan II, Desa Sibiobio, Desa Sialogo, Desa Naga Timbul, Desa Simaninggir dan Kelurahan Simaninggir.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan, meski tantangan medan dan cuaca masih menjadi kendala utama. (***)

























