Beranda Infotaiment Banjir, Longsor, Puting Beliung Mengintai Jawa Timur, BMKG Minta Waspada

Banjir, Longsor, Puting Beliung Mengintai Jawa Timur, BMKG Minta Waspada

IMG 20251214 WA0011

MEDIA CAHAYA BARU — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur selama periode 11–20 Desember 2025.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi bencana hidrometeorologi diprakirakan meningkat signifikan dalam 10 hari ke depan.

BMKG menyebut, cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam rilis resminya, BMKG Juanda mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan, sehingga risiko bencana hidrometeorologi semakin tinggi.

Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Kota Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, Surabaya, dan Kota Batu.

BMKG menjelaskan, peningkatan potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh Bibit Siklon Tropis 93S yang terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski tidak berdampak langsung, sistem ini memicu peningkatan curah hujan dan ketinggian gelombang laut di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, melintasnya gelombang atmosfer Low, Kelvin, dan Rossby, ditambah suhu muka laut Selat Madura yang masih hangat, serta kondisi atmosfer yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda menghimbau masyarakat, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, dan tebing.

Risiko yang perlu diantisipasi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang yang berbahaya bagi transportasi darat, laut, maupun udara.

Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui Radar Cuaca WOFI: stamet-juanda.bmkg.go.id, Media sosial: @infobmkgjuanda, Telepon 24 jam: (031) 8668989 dan WhatsApp BMKG Juanda: 0895-8003-00011.

BMKG menegaskan, kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga akhir Desember 2025. (Red)