BOJONEGORO – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat Jawa Timur. Dalam agenda pemberian penghargaan di Surabaya, Selasa (2/12/2025), Bojonegoro resmi dinobatkan sebagai Kabupaten dengan jumlah desa tervaksin PMK terbanyak di Jawa Timur, dan berhak membawa pulang Piagam Penghargaan Peringkat I.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Bojonegoro menjalankan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara masif di desa-desa. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk menekan penyebaran penyakit yang berpotensi merugikan sektor peternakan.
Piagam diserahkan langsung oleh Ketua Satgas Penanganan PMK Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.
Ketika dikonfirmasi pada Selasa (9/12/2025), Sekretaris Disnakkan Bojonegoro, Elfia Nur Aini, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di lapangan.
“Ini bukti komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga kesehatan ternak, meningkatkan kewaspadaan penyakit menular, dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa sinergi antara petugas lapangan, perangkat desa, camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menjadi kunci keberhasilan vaksinasi PMK yang menjangkau hampir seluruh kecamatan.
“Kerja sama yang solid inilah yang membuat vaksinasi bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2025, Disnakkan Bojonegoro mencatat telah menyelesaikan 46.150 dosis vaksin PMK. Dengan prestasi ini, Bojonegoro kembali membuktikan diri sebagai daerah yang memiliki komitmen kuat terhadap program kesehatan hewan.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan ternak sekaligus memperluas cakupan vaksinasi, demi melindungi populasi ternak dan meningkatkan kesejahteraan para peternak di Bojonegoro. (aj)

























